Bupati Jombang Apresiasi OPD dan Kecamatan Terbaik dalam Penyelenggaraan Kearsipan

Bupati Jombang Apresiasi OPD dan Kecamatan Terbaik dalam Penyelenggaraan Kearsipan
Suasana Gelar Pengawasan Kearsipan 2025 di Pendopo Kabupaten Jombang. (ist)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Pemkab Jombang menyelenggarakan Pengawasan Kearsipan 2025 di Pendopo Kabupaten, Senin (25/8/2025).

Dalam kesempatan itu, OPD dan kecamatan dengan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan kearsipan mendapat penghargaan. Acara juga diramaikan pameran arsip bertema “Tetenger Kabupaten Jombang”.

Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa arsip bukan lagi sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis dalam tata kelola pemerintahan.

Read More

“Setiap lembar arsip adalah rekam jejak kebijakan, instrumen akuntabilitas publik, sekaligus alat bukti hukum,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (26/8/2025)

Baca Juga Kecelakaan Maut di Kediri Libatkan Empat Kendaraan, Pemotor Tewas

Menurutnya, paradigma pengelolaan arsip juga harus menyesuaikan perkembangan era digital. Arsip kini menjadi bagian penting dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Karena itu, Pemkab Jombang diminta lebih serius menyiapkan anggaran, sarana prasarana, serta sumber daya manusia yang berkompeten di bidang kearsipan.

Dari hasil pengawasan tahun 2025, sebanyak 30 perangkat daerah masuk kategori A (memuaskan) dan 23 perangkat daerah masuk kategori BB (sangat baik).

“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk semakin disiplin menjaga dokumentasi dan akuntabilitas pemerintahan,” tambah Bupati Jombang.

Lima OPD dengan nilai tertinggi adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Perumahan dan Permukiman, Sekretariat Daerah, RSUD Jombang, serta Badan Pendapatan Daerah.

Baca Juga Ayah Kandung Dibacok Gegara Masalah Keluarga

Sedangkan untuk kategori kecamatan, lima besar diraih Kecamatan Ploso, Jombang, Kudu, Ngusikan, dan Mojowarno.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Sri Surjati, menyebutkan nilai rata-rata pengawasan internal meningkat dari 62,46 pada 2023 menjadi 80,96 pada 2025.

“Kesadaran bersama semakin kuat bahwa urusan kearsipan wajib diselenggarakan secara tertib. Hasil ini juga berkontribusi pada indeks SPBE, reformasi birokrasi, hingga LPPD,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pameran Tetenger Kabupaten Jombang juga digelar menampilkan dokumentasi bangunan ikonik dan kegiatan Pemkab Jombang.

Baca Juga Ketua DPRD Lamongan Fredy Wahyudi Dilaporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Rp300 Juta

Pameran hasil kreasi mahasiswa Unesa dan Unhasy tersebut menjadi bagian dari inovasi daerah “SOS LINA NUMPAK SEPEDA JENGKI” yang mengusung literasi arsip anak untuk menumbuhkan wawasan sejarah dan pembangunan daerah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *