Dapur Rumah Kebakaran Imbas Tungku Belum Padam

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Dapur pada rumah milik Panji warga Desa Tawangsari Kecamatan Kedungwaru Tulungagung mengalami kebakaran pada Senin (18/12/2023). Diketahui, kebakaran tersebut terjadi akibat api pada tungku yang belum padam usai digunakan untuk memasak.

 

Kasi Operasi dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, awalnya kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu korban sedang memasak sayur menggunakan tungku yang ada di dapur rumah.

Read More

Setelah selesai memasak, korban merasa jika api pada tungku tersebut sudah padam, sehingga korban meninggalkan tungku tersebut untuk keluar rumah.

 

Namun, api pada tungku tersebut ternyata belum benar-benar padam, sehingga menjalar mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar di dekatnya.

“Tadi ada kebakaran dapur pada rumah di Desa Tawangsari Kecamatan Kedungwaru milik Panji. Kebakaran disebabkan api pada tungku yang belum padam,” kata Bambang Pidekso, Senin (18/12/2023).

Api dengan cepat membesar hingga membakar atap pada dapur tersebut hingga runtuh sebagian. Warga setempat mengetahui kejadian tersebut dan segera melaporkan hal itu ke petugas Damkar Tulungagung untuk penanganan.

 

Petugas Damkar Tulungagung menerima laporan sekitar pukul 09.38 WIB dan segera berangka ke lokasi tempat kejadian kebakaran (TKK). Pukul 09.48 WIB Petugas Damkar tiba di TKK lantas segera melakukan pemadaman di dapur rumah warga.

“Kami membawa dua unit mobil damkar dan satu mobil suplai air ke lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.

 

Bambang mengungkapkan, proses pemadaman berlangsung selama 27 menit dan api benar-benar berhasil dipadamkan pada pukul 10.15 WIB. Akibat kejadian itu, dapur dan atapnya hangus terbakar beserta beberapa peralatan dapur yang ada di dalam dapur tersebut.

Kebakaran tergolong berskala kecil dan api berhasil dipadamkan sebelum sempat merembet ke bangunan di sekitarnya. Meski berskala kecil, berdasarkan hasil identifikasi petugas, korban terpaksa menderita kerugian mencapai sekitar Rp 20 juta.

 

“Kami menghimbau agar masyarakat setelah memasak untuk memeriksa kembali apakah api sudah benar-benar padam atau belum, sehingga kejadian serupa tidak lagi terjadi,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *