Dari 11 Pantai, Baru 2 Terkoneksi Jaringan Internet, Ini Kata Kepala Diskominfotiksan Kabupaten Blitar

Dari 11 Pantai, Baru 2 Terkoneksi Jaringan Internet, Ini Kata Kepala Diskominfotiksan Kabupaten Blitar
Pantai Tambakrejo yang berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Jumlah wisata pantai di Kabupaten Blitar cukup banyak. Tetapi sayang, tak semuanya sudah dijangkau tkoneks atau memiliki jaringan internet. Sebagian besar statusnya masih blank spot.

Baca Juga :Peringati Isra Mikraj, Polres Blitar Santuni Anak Yatim dan Gelar Tausiyah

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Blitar, Herman Widodo. Jumlah pantai di Kabupaten Blitar ada 11 pantai. Dia mengakui saat ini baru dua pantai yang sudah tersedia jaringan internet. Sementara Sembilan pantai masih kesulitan jaringan.

Read More

Dua pantai itu yakni Pantai Serang di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo dan Pantai Tambakrejo, di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto. Dua pantai itu selama ini menjadi ikon dan favorit tujuan wisata di Kabupaten Blitar.

“Iya, belum semua pantai terkoneksi jaringan internet. Dan memang pantai-pantai itu berada di wilayah jalur lintas Selatan,” kata Herman Widodo, Kamis (30/1/2025).

Baca Juga :Memanfaatkan Hasil Panen Lokal, Olahan Ketan Durian Laris di Pasaran

Herman mengatakan, keberadaan jaringan internet sangat diperlukan pada masa saat ini. Bukan hanya bagi wisatawan tetapi juga para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup berjualan di pinggiran pantai. Untuk wisatawan misalnya.

Lantaran blankspot, kesulitan ketika mengakses atau mengeksplore wisata dengan cara live di media sosial misalnya. “Saat ini hanya ada dua pantai yang sudah bisa menikmati akses internet dengan cukup baik, yaitu Pantai Tambakrejo dan Pantai Serang,” jelasnya.

Herman mengatakan lagi, sebenarnya para pedagang sudah memiliki cara untuk membuat nyaman para wisatawan. Salah satunya dengan mengandalkan jaringan wifi yang terkoneksi di kabel telepon. Hanya saja, wisatawan Kembali harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membayar nongkrong ke warung.

Baca Juga :Diguyur Hujan Tiga Jam, Jalan Raya Penghubung Antardesa di Kediri Ambrol dan Putus

“Ya, karena tidak ada sinyal. Yang ada sinyal dari wifi yang tersambung ke telepon kabel,” katanya.

Untuk mengatasi permasalahan itu, Herman menyebut telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mendapatkan dukungan dalam penguatan sinyal di wilayah yang masih kesulitan sinyal atau blank spot. Meski begitu, itu tergantung pemerintah.

“Pemerintah daerah sendiri saat ini berupaya untuk meningkatkan kualitas jaringan internet dengan peningkatan kualitas jaringan yang berasal dari tower base transceiver station (BTS) terdekat,” tambahnya.

Salah satu cara lain yakni dengan menjalin Kerjasama dengan penyedia layanan internet atau provider yang memiliki dan mengelola tower BTS di lokasi yang mengalami gangguan sinyal. Dia mencontohkan seperti di desa yang kini telah mendapatkan penguatan sinyal.

Baca Juga :Satpol PP Ponorogo Tertibkan Puluhan Baliho Ilegal dan Kadaluwarsa

Contohnya antara lain Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan; serta Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi.

Sementara itu, jumlah wisata pantai di Kabupaten Blitar tersebar di sejumlah kecamatan. Total ada 11 pantai eksotik. Di antaranya Pantai Tambakrejo, di Kecamatan Wonotirto, Pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo, Pantai Pangi, Pantai Pasur, Pantai Gayasan, Pantai Peh Pulo di Kecamatan Bakung.

Ada pula di Kecamatan Panggungrejo seperti Pantai Bukit Indah, Pantai Serit, Pantai Jolosutro, Pantai Pasir Putih. Ada pula Pantai Jebring di Kecamatan Wonotirto.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *