Dari Tabanan Bali ke Magelang, Menyapa Gunung Tidar yang Disebut sebagai Pakunya Tanah Jawa

gunung tidar
Kawasan Gunung Tidar menyajikan panorama alam dan situs religi, termasuk petilasan Eyang Ismoyo Jati. (Foto : Dokumen Pribadi)

MAGELANG, SEJAHTERA.CO – Udara sejuk dan pepohonan rindang menyambut setiap langkah kaki yang menapaki jalur Gunung Tidar, salah satu ikon wisata religi dan sejarah di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Gunung yang dikenal sebagai Pakunya Tanah Jawa ini menjadi magnet bagi peziarah dan wisatawan dari berbagai penjuru Nusantara.

Tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang tenang, Gunung Tidar juga menyimpan banyak kisah spiritual.

Read More

BACA JUGA :Belasan Ribu Pelanggar Terjaring Operasi Patuh Semeru 2025 di Tulungagung, Mayoritas Anak di Bawah Umur Tak Punya SIM

Di kawasan ini terdapat Tugu Paku Jawa, simbol titik tengah Pulau Jawa, serta makam tokoh-tokoh penting seperti Syekh Subakir, Kiai Sepanjang, dan Eyang Semar, yang menjadi tujuan ziarah dan kontemplasi batin.

Di antara pengunjung pagi itu, tampak pasangan suami-istri Lettu (Inf) Doni Kristiaji dan Agustin Hari Negara, wisatawan asal Tabanan, Bali, yang datang untuk menziarahi sekaligus menikmati suasana tenang Gunung Tidar.

“Kami tahu tempat ini dari media sosial, lalu cari tahu lebih lanjut. Ternyata menarik sekali. Ada sisi sejarahnya, ada juga nilai spiritual yang terasa kuat,” ujar Agustin kepada Koran Memo usai berswafoto di dekat petilasan Eyang Ismoyo Jati atau Eyang Semar, Selasa (29/7/2025)

Mereka datang tanpa membawa sesaji atau perlengkapan khusus. Hanya niat untuk menyepi sejenak di tempat yang sarat makna. “Suasananya adem, dan terasa damai. Cocok sekali untuk merenung,” tambah Doni.

Pasangan ini juga menyempatkan diri menyusuri jalur Kebun Raya Gunung Tidar, kawasan konservasi dengan jalur rapi dan udara segar.

Di tengah perjalanan, mereka berhenti sejenak di petilasan yang dipercaya sebagai tempat Eyang Ismoyo Jati atau Eyang Semar — tokoh bijak dalam tradisi Jawa yang diyakini sebagai penjaga gaib pulau ini.

Gunung Tidar memang bukan hanya tempat ziarah, tapi juga ruang refleksi yang terbuka bagi siapa saja, tanpa sekat agama atau latar belakang.

BACA JUGA : Puluhan Penyedia Layanan Internet di Ponorogo Bodong, Diskominfo: Hanya Satu yang Punya Izin

Dengan jalur yang tertata, fasilitas yang cukup lengkap, dan suasana yang tertib, kawasan ini menjadi tujuan ideal bagi wisatawan yang mencari kedamaian.

“Bagi kami, ini bukan sekadar jalan-jalan. Tapi juga perjalanan batin. Dan Gunung Tidar sangat layak dikunjungi,” tutup Agustin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *