Dewa Budjana, Trie Utami, dan Oppie Andaresta dalam Konser Nyanyian Dharma di IKN, Perkuat Semangat Keharmonisan

Dewa Budjana, Trie Utami, dan Oppie Andaresta dalam Konser Nyanyian Dharma di IKN, Perkuat Semangat Keharmonisan
Oppie Andaresta dan Trie Utami serta dua musisi saat konser Nyanyian Dharma di Ibu Kota Nusantara – dok-ikn

Nusantara, SEJAHTERA.CO – Dewa Budjana, Trie Utami, Oppie Andaresta, musisi dan penyanyi yang dikenal pada eranya tampil bersama.

Dewa Budjana, adalah musisi yang dikenal dengan solo gitar dan juga tergabung dalam GIGI Band bersama Armand Maulana.

Lalu Trie Utami atau Iie, adalah seorang vokalis jazz andal yang pernah tergabung dalam Krakatau Band dan juga seorang juri “galak” pada ajang pemilihan bakat nyanyi di televisi swasta.

Read More

Baca Juga :Sebanyak 20 Ton Nanas Quin Simplex Kediri Diekspor Perdana ke Arab Saudi

Kemudian Oppie Andaresta, adalah vokalis nyentrik yang dikenal dengan lagu balada yang kritis.

alah satu lagu andalannya, “Andai Aku Jadi Orang Kaya” yang sangat populer di eranya.

Ketiganya, secara “diam-diam” tampil di Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Konser Nyanyian Dharma berlangsung meriah di Amphitheatre Rabu (12/2/2025), pukul 18:00-21:00 WITA.

Nyanyian Dharma merupakan kegiatan kolektif para seniman yang telah berkeliling Indonesia sejak 2012, membagikan keindahan dari kayanya kebhinekaan Indonesia melalui medium musik.

Baca Juga :Tahap Pertama Pencairan DD Kabupaten Tulungagung Selesai Dicairkan, Total Senilai Rp 1,53 M untuk Prioritas Pembangunan

Nyanyian Dharma mendedikasikan karya-karyanya untuk memperkuat semangat keharmonisan dalam indahnya keanekaragaman.

Mengusung konsep “Persembahan Lantunan Doa Pertiwi Nusantara Harmoni”, perjalanan kebudayaan ini akhirnya menyambangi IKN, simbol masa depan bangsa Indonesia, di mana beragam kultur dan budaya Nusantara bersatu padu dalam harmoni.

Nyanyian Dharma Nusantara dibawakan oleh Dewa Budjana, Trie Utami, Oppie Andaresta, dan beberapa seniman lainnya. Mereka menampilkan 15 lagu dalam pertunjukan 90 menit ini.

Dibuka dengan “Om Swastiastu”, dilanjutkan dengan beragam nomor seperti “Saraswati”, “Doa Pertiwi”, hingga yang cukup spesial, “Kidung Nusantara”.

Baca Juga :Harga Sapi Cenderung Turun saat PHT Tulungagung Kembali Buka

Pertunjukan berlangsung dengan khidmat, termasuk saat seluruh penampil berkolaborasi membawakan “Di Bawah Tiang Bendera” dan “Raya Nusantara”.

Kolaborasi kali ini juga melibatkan seniman dari tanah Kalimantan, memperkuat representasi keberagaman Nusantara.

Sepanjang pementasan, dua seniman asal Bali, Apel Hendrawan dan Wayan Paramartha, turut merespons suasana melalui aksi melukis langsung di panggung.

Penonton diajak untuk mengenang kembali bagaimana bangsa kita bahu-membahu bertahan melalui beragam rintangan, salah satunya saat pandemi Covid-19 melalui lagu “Satu Jalan”.

Baca Juga :Gerobak Pedagang di Jalan Suromenggolo Sengaja Ditinggal usai Berjualan, Satpol PP Ponorogo Langsung Angkut

Lagu ini menceritakan bagaimana pandemi mengubah dunia dan pentingnya persaudaraan dalam menghadapi perubahan.

Pertunjukan ini juga menjadi simbol penting bagi IKN sebagai pusat pemerintahan baru yang mewakili keberagaman Indonesia.

Nyanyian Dharma tidak hanya menghibur, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan bantuan bencana, memperkuat pesan solidaritas yang mereka bawa.

Otorita IKN menyambut baik kegiatan seni dan budaya dari seniman berbagai daerah dan latar belakang ini sejalan dengan visi IKN.

Baca Juga :Imbas Efisiensi Anggaran, Sejumlah Kendaraan Operasional KPU Ponorogo Ditarik ke Provinsi

Sebagai kota modern bagi warga yang diperkaya oleh berbagai wujud seni dan budaya untuk melengkapi ekosistem budaya dan masyarakat di Nusantara.

Pertunjukan Nyanyian Dharma di IKN ini bukanlah hanya sebuah konser, melainkan juga sebuah pernyataan kuat tentang persatuan, keberagaman, dan harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih harmonis.

Sumber: Humas IKN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *