Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Talud atau plengsengan di pinggir Telaga Ngebel, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Ngebel, ambles pada Minggu (5/4/2026) siang. Amblesnya talud yang menjadi pembatas antara jalan dan bibir telaga itu terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras selama kurang lebih satu jam.
Baca juga:Kasus Sugiri Sancoko Masuk Tahap Sidang, PN Ponorogo Belum Terima Berkas
Material talud dilaporkan longsor dengan kedalaman sekitar 1 meter, panjang kurang lebih 15 meter, dan lebar retakan sekitar 30 sentimeter.
Kapolsek Ngebel, AKP Nuryadi, mengatakan pihaknya langsung memasang garis pembatas setelah menerima laporan dari warga serta berkoordinasi dengan BPBD Ponorogo. Kondisi tanah diperkirakan masih labil dan berpotensi menyebabkan retakan bertambah.
“Hujan deras yang mengguyur kawasan Telaga Ngebel diduga menjadi penyebab talud ambles dan longsor,” ungkapnya.
Baca juga:Selama Libur Lebaran, Telaga Ngebel Ponorogo Sukses Datangkan PAD Ratusan Juta Rupiah
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta akibat kerusakan talud.
Petugas bersama instansi terkait juga telah memasang tali pembatas di sekitar area longsor guna mencegah masyarakat mendekat ke lokasi yang dinilai rawan.
“Kami sudah memasang pembatas di lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan selanjutnya,” imbuhnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Telaga Ngebel, agar tetap berhati-hati dan tidak mendekati area longsor hingga proses penanganan selesai.
Baca juga:ASN Pemkab Ponorogo Masih Bekerja Normal, Kebijakan WFH Tunggu Aturan Pusat
“Sebelumnya tidak ada tanda-tanda retakan. Kemungkinan kondisi air telaga yang meningkat ikut menggerus dinding talud,” pungkasnya.



















