Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kerusakan jalan di Kabupaten Trenggalek berangsur-angsur mulai dilakukan perbaikan. Pelan namun pasti, perbaikan bertahap itu membuat jalan daerah di Trenggalek perlahan mulai mulus.
Baca Juga :Cawali Bambang Pesan Tetap Jaga Kerukunan
Jalan rusak di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek secara menyeluruh tergolong baik. Indikator itu merujuk pada penilaian jalan mantap. Pemerintah pusat menilai jalan mantap di Trenggalek sebanyak 72 persen.
Jumlah itu terbilang apik. Merujuk kriteria penerimaan dana alokasi khusus untuk infrastruktur jalan. Pemerintah memberikan bantuan dana alokasi khusus bagi pemerintah daerah dengan tingkat jalan mantap dibawah 65 persen.
Baca Juga :FREN Beri Selamat Atas Kemenangan Vinanda-Gus Qowim
Meskipun terbilang baik, bukan berarti Trenggalek tak punya pekerjaan rumah. Dari data Dinas PUPR Trenggalek, sebanyak 28 persen dari total 860-an ribu kilometer jalan di Trenggalek rusak. Bahkan sebagian jalan rusak kategori parah.
Untuk menutup seluruh jalan rusak itu, dibutuhkan sekitar Rp 250 miliar. Kondisi itu berbanding terbalik dengan kemampuan keuangan daerah. Itulah mengapa legislatif merasionalisasikan anggaran, dengan skema tiga kali tahun anggaran.
“Karena kalau melihat keuangan kita tidak mungkin menutup sekali tahun anggaran, butuh Rp 250 miliar,” kata Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi.
Lewat tiga kali penganggaran itu, pihaknya berharap kerusakan jalan di Trenggalek dapat tertuntaskan. Target jangka pendek itu dilakukan mengingat kelaikan jalan mempunyai jangka umur sehingga tidak gali lubang tutup lubang. Artinya satu sisi diperbaiki, sisi lainnya sudah rusak.
Baca Juga :Lagi ! Longsor Jebol Tembok Rumah Warga Trenggalek
“Maka dari itu kita dorong peningkatan alokasi anggaran, dari sebelumnya Rp 41 miliar menjadi Rp 70-80 milar-an lebihlah dalam setahun. Kita rasionalkan tiga tahun,” imbuhnya.
Dengan begitu, jalan rusak di Kabupaten Trenggalek berangsur-angsur membaik sehingga memudahkan mobilisasi masyarakat dalam menggerakkan perekonomian. Kemudian akses itu diyakini sejalan dengan peningkatan perekonomian masyarakat.
Baca Juga :Satgas Pangan Kabupaten Kediri Pantau Ketersediaan Pangan Jelang Nataru
“Kalau jalannya mudah, aksesnya mudah maka perekonomian juga lancar,” pungkasnya.



















