Kediri, SEJAHTERA.CO – Sebagai upaya peningkatan pengembangan kualitas kapasitas daya saing sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi di Kabupaten Kediri, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arsipus) Kabupaten Kediri mengembangkan tata kelola perpustakaan.
Adanya perpustakaan dengan buku yang berkualitas memberikan tambahan ilmu bagi orang yang gandrung ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
Adapun pengembangan tata kelola perpustakaan yang profesional dengan buku-buku berbobot, Disarpus Kabupaten Kediri menyiapkan sarana dan prasarana buku di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kediri.
Selain itu, di perpustakaan SD di 615 SD, perpustakaan SMP jumlah 52, perpustakaan desa ada di 111 desa, taman bacaan ada di delapan taman bacaan masyarakat (TBM).
Perpustakaan masjid di 25 masjid, perpustakaan di OPD di Disparbud, Disdagrin dan Dinas Perikanan dan OPD lainnya akan menyusul.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kediri Drs. Sri Ilham Wahyu Subekti M. Si menjelaskan untuk tata kelola dan pengembangan perpustakaan di beberapa instansi tersebut sebagai bentuk layanan informasi ke masyarakat agar minat baca tinggi dan meningkat setiap tahunnya.
Layanan informasi ke masyarakat dengan menambah layanan perpustakaan keliling dengan maksud mengedukasi warga untuk membaca.
“Disarpus Kabupaten Kediri juga fasilitasi warga dengan menambah layanan perpustakaan digital yang ada di RSUD SLG yang disebut Pojok Baca Digital (Pocadi) dan Panjalu E – Library,” katanya, Rabu (8/7/2026).
Dari hal ini warga yang ingin mengetahui buku secara digital bisa mengunduh perpustakaan digital ini melalui HP masing masing warga. Tahun 2025 lalu sudah ada 77.809 pengunjung yang ke Panjalu E – Library ini,” katanya lagi.
Ilham menambahkan, ada dua desa yang memiliki Pustaka desa lengkap, yaitu Desa Kwadungan dan Desa Doko Kecamatan Ngasem.
Baca Juga :Kebakaran Rumah dan RM Padang di Tulungagung, Kerugian Capai Rp250 Juta
Malah di Desa Doko setiap tahunnya datangkan penulis untuk diskusi buku dan ini menambah literasi warga dalam mengetahui dan membedah isi buku. Bahkan di pos kamling ada perpustakaan juga.
“Ternyata perpustakaan ini berpengaruh besar pada warga. Satu contoh ada pemuda yang sering hobi otomotif dan ngebut. Namun setelah ada yang mengajak ke perpustakaan desa ia baca buku bidang otomotif dan bisa buka bengkel,” ujarnya.
“Dari kenyataan minat baca tinggi ini kita berkolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak di Kabupaten Kediri untuk pengembangan layanan perpustakaan dengan buku yang bermutu,” ujarnya lagi.
Ditambahkan Ilham, agar pembaca tidak bosan, sirkulasi buku dilakukan agar ada perputaran buku.
Baca Juga :Pergi Mancing, Pria di Tulungagung Dilaporkan Hilang, Diduga Hanyut di Sungai Brantas
Dari buku yang ada di perpustakaan tersebut kemudian ke perpustakaan lainya di TBM. Pola ini diterapkan untuk peningkatan kualitas SDM warga agar mau baca buku sebagai sumber ilmu.



















