Kediri, SEJAHTERA.CO – Sekalipun terimbas efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri tetap ada kegiatan budaya pada tahun ini, utamanya yang terkait sejarah dan purbakala dalam sebuah diskusi, seminar, pameran budaya dan sarasehan budaya.
Hanya saja secara formal dan jumlah kegiatan yang terkait sejarah budaya jumlahnya berkurang.
Adi Suwignyo Kepala Disparbud Kabupaten Kediri melalui Eko Priyatno Kepala Bidang (Kabid) Museum, Sejarah dan Purbakala (Muskala) membenarkan Disparbud Kabupaten Kediri tetap ada kegiatan budaya d tengah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
Baca Juga :Bermodal Punya Skill Ukir, Pria di Ponorogo Sulap Limbah Kayu jadi Barang Bernilai Seni Tinggi
Meski jumlah yang ada di bidang Muskala tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
“Kita tetap ada kegiatan seminar ataupun kajian budaya Kabupaten Kediri sekalipun ada efisiensi. Utamanya budang muskala yang saat ini kita tangani, terlebih ini jelang hari jadi Kabupaten Kediri,” katanya.
Eko menambahkan Disparbud Kabupaten Kediri akan dorong dan dukung jika ada komunitas budaya yang menyelenggarakan seminar dan sarasehan secara mandiri jika terkait muskala di Kabupaten Kediri utamanya jelang hari jadi Kabupaten Kediri.
Disparbud Kabupaten Kediri mengapresiasi jika ada komunitas yang mendukung pemajuan budaya di Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Angka Kesembuhan Sapi dari PMK di Kabupaten Kediri Capai 759 Ekor
“Kita apresiasi jika ada komunitas yang secara mandiri gelar acara sendiri yang terkait muskala di saat sambut hari jadi Kabupaten Kediri, ” imbuhnya.



















