Diterjang Puting Beliung, Rumah dan Tanggul di Desa Tanggung Rusak, Ini Data BPBD Kabupaten Tulungagung

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Puluhan rumah di Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat Tulungagung diterjang angin puting beliung pada Sabtu (24/2/2024) sekitar pukul 21.00 WIB.

 

Sampai saat ini petugas BPBD masih melakukan asesmen kerusakan rumah tersebut.

Read More

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Tulungagung, Tofik Priyadi mengatakan, angin puting beliung terjadi saat hujan deras. Akibatnya, sebanyak 21 rumah di Desa Tanggung terdampak bencana hingga rusak.

 

Atap dari genteng, asbes maupun galvalum beterbangan dan berjatuhan setelah diterjang angin kencang. Mendapati laporan itu, petugas BPBD Tulungagung kemudian mendatangi rumah-rumah tersebut untuk melakukan penanganan.

“Saat kami tiba, kami memberikan bantuan berupa terpal untuk menutup sementara atap yang berlubang dan memberikan bantuan sembako,” kata Tofik Priyadi, Senin (26/2/2024).

 

Sebagai tindak lanjut, ungkap Tofik, saat ini BPBD masih terus melakukan asesmen terkait tingkat kerusakan dam berapa total bantuan yang diperlukan. Hal itu dilakukan untuk menyediakan bantuan atap bagi rumah-rumah yang terdampak tersebut.

Selain melalui BPBD, pihaknya juga sudah meminta Pemdes setempat agar turut membantu memberikan bantuan material bagi rumah yang terdampak. Setidaknya, Pemdes bisa membantu memberikan 10 genteng untuk setiap rumah, yang mana sisanya akan ditutup oleh BPBD Tulungagung.

 

“Anggaran untuk bantuan bencana di awal tahun ini sudah terkuras setelah adanya bencana yang sama pada awal bulan Februari 2024 kemarin. Kita masih mengusulkan ke Provinsi dan pusat untuk pemberian bantuan material. Makanya setidaknya pemdes juga bisa membantu,” ungkapnya.

Selain rumah yang terdampak, Tofik menyebut jika hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat kemarin juga mengakibatkan tanggul sungai jebol. Beruntung tanggul sungai yang jebol itu tidak terlalu besar yakni hanya selebar 4 meter saja yang saat ini air sungai juga surut.

 

Sedangkan penanganan tanggul tersebut, hari ini sudah mulai proses penutupan tanggul yang jebol itu menggunakan bambu sesek yang kemudian ditutup tanah. Pihaknya memastikan jika proses pengerjaan tanggul yang jebol itu bisa selesai hari ini agar saat kembali hujan, air sungai tidak tumpah ke permukiman warga.

“Hari ini sudah proses penutupam tanggul yang jebol itu, untungnya air sungai sedang surut, tetapi kalau hujan berpotensi naik lagi. Pengerjaan seharusnya selesai hari ini, jadi agar saat hujan, air tidak meluber ke permukiman,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *