Blitar, SEJAHTERA.CO – Kota Blitar akhirnya terbebas dari perlintasan sebidang kereta api atau KA yang tak berpalang pintu. Semua perlintasan di bawah penanganan atau kewenangan Pemkot Blitar akhirnya semua sudah terbangun palang.
Ada tujuh perlintasan kereta api sebidang yang kini sudah dilengkapi dengan palang pintu lengkap dengan penjaganya.
Di antaranya perlintasan di Jalan Nias, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Lekso, Jalan Bengawan Solo, Jalan Suryat.
Ada pula Jalan Kyai Mojo, Jalan Bakung. Jalan Bakung merupakan perlintasan terakhir yang dibangun Pemkot Blitar dan kelar pada 2024 lalu.
“Sesuai dengan target awal, kami memastikan jalan atau perlintasan sebidang yang belum berpalang, dilengkapi dengan palang pintu. Dan saat ini semuanya sudah terbangun,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Juari, Minggu (3/8/2025).
Baca Juga :Sebanyak 1.100 Penari Pecut Samandiman Meriahkan Selomangkleng, Sambut Hari Jadi ke-1146 Kota Kediri
Dia mengatakan dinas perhubungan sudah memulai pembangunan perlintasan sebidang dengan palang pintu pada 2021 lalu. Sejak saat itu pembangunan terus berlanjut hingga pada 2024 lalu.
Itu berarti sudah empat tahun mampu membangun tujuh perlintasan kereta api berpalang pintu. Pembangunan menggunakan dana dari APBD. Untuk satu titik perlintasan kereta api berpalang pintu setidaknya dibutuhkan dana minimal Rp300 juta.
Bukan Hanya sekadar membangun, juga menyediakan petugas penjaga palang pintu. Para petugas penjaga itu sudah mendapat pelatihan dari KAI.
Dengan begitu, petugas penjaga mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang tugasnya sebagai penjaga sesuai dengan prosedur dan standar dari KAI. “Petugasnya dilatih dan mendapatkan pelatihan,” katanya.
Dia berharap dengan dibangunnya palang pintu itu setidaknya menjadi bukti. Bahwasanya Pemkot Blitar berupaya keras agar bisa meminimalisasi kecelakaan yang melibatkan kendaraan dengan kereta api.
Baca Juga :Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Targetkan 18 Miliar Benih Ikan Lele Tahun 2025
Pasalnya, di Kota Blitar terdapat banyak perlintasan kereta. Apalagi, Kota Blitar juga terdapat stasiun besar yang menjadi transit penumpang.
Termasuk di antaranya perbaikan kereta api atau depo kereta. “Kami minta masyarakat untuk patuh aturan. Utamakan kereta api yang sedang melintas,” pungkasnya.



















