Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pelaksanaan haji tahun 2025 berbeda dibanding tahun lalu. Hal ini turut menyebabkan petugas haji asal Kabupaten Tulungagung sedikit mengalami kesulitan.
Pasalnya, baru tahun ini Kabupaten Tulungagung masuk ke dalam kloter awal pemberangkatan, sehingga memerlukan sejumlah penyesuaian.
Plh. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung, Akhmad Mukhsin mengatakan, sebelum diberangkatkan, terdapat banyak jamaah haji reguler asal Tulungagung yang belum keluar visanya.
Bahkan salah satu jamaah haji asal Tulungagung diketahui baru keluar visanya saat tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Baca Juga :Ngantuk, Innova Tabrak Truk di Kota Blitar hingga Ringsek Total
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapat laporan adanya kesalahan visa dan paspor bagi jamaah haji asal Kabupaten Tulungagung, sehingga jamaah itu sempat tertinggal.
Atas masalah ini, setidaknya terdapat sekitar empat jamaah haji yang tertinggal karena masalah administrasi meski akhirnya bisa berangkat.
“Karena kita masuk gelombang awal pemberangkatan, jadi ada sedikit penyesuaian yang harus kami lalukan, dan alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan baik,” kata Akhmad Mukhsin, Rabu (4/6/2025).
Selain itu, ungkap Mukhsin, permasalahan lainnya yakni pada musim haji tahun 2025 terdapat banyak sarikah atau perusahaan yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi untuk memberikan layanan bagi jamaah haji termasuk akomodasi hotel.
Bahkan diketahui, terdapat sedikitnya delapan sarekah atau hotel yang tersedia pada musim haji tahun 2025.
Baca Juga :Grup Facebook “Gay Jaranan Kediri, Nganjuk dan Sekitarnya” Bikin Geger, Diduga Ada Warga Patianrowo
Sedangkan pada tahun 2024 kemarin, hanya ada satu sarikah yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi, sehingga pelaksanaannya lebih sederhana dibanding tahun ini.
Perbedaan tersebut membuat pelayananan yang diberikan oleh petugas haji kepada para jamaah haji asal Tulungagung sedikit lebih ekstra.
“Jadi kami harus rutin melakukan komunikasi antara petugas haji dan para jamaah haji asal Tulungagung agar pelayanan tetap maksimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, jelas Mukhsin, dikarenakan banyaknya sarikah pada musim haji tahun ini, menyebabkan jamaah haji yang tergabung ke dalam satu kloter tidak tinggal di sarikah yang sama. Sebagai contoh, jamaah kloter 1 Tulungagung yang berjumlah 376 jamaah, dan sarikah mereka berbeda-beda.
Imbasnya, petugas haji sempat kesulitan untuk membagikan konsumsi bagi para jamaah, mengingat mereka tinggal di hotel yang berbeda sesuai sarikah masing-masing.
Meski begitu, sejauh ini tidak lagi ada masalah dalam pelaksanaan ibadah haji, sehingga pihaknya bersiap menyambut kepulangan jamaah haji.
“Sarikah itu sudah ditentukan sejak awal semenjak visa yang didapat itu turun dari pemerintah Arab Saudi, kebetulan tahun ini perusahaan yang ditunjuk ada delapan. Berjalannya waktu, semua berjalan lancar dan sekarang kami bersiap menyambut kepulangan jamaah haji,” pungkasnya.



















