Kediri, SEJAHTERA.CO – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri menggelar seminar nasional bertema “Peran Setrategis Tokoh Agama Dalam Mewujudkan Pilkada Damai dan Harmoni” diharapkan mampu menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 yang damai dan kondusif.
Baca Juga :FKUB Kota Kediri Gelar Seminar Nasional untuk Mewujudkan Pilkada Damai dan Harmonis
Kegiatan dihadiri tokoh lintas agama, Kominfo Kota Kediri, DPRD, Kapolres Kediri Kota, Dandim 0809, Forkopimda Kota Kediri, Kesbangpol Kota Kediri, Forkopimcam Kota Kediri, KPU Kota Kediri, Bawaslu Kota Kediri, Pengadilan Negeri Kota Kediri, Pengadilan Agama Kota Kediri, Kejaksaan Kota Kediri, Camat dan Lurah se Kota Kediri di Hotel Lotus Garden Jl Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri, Rabu (16/10/2024)
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustafa turut hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi pada FKUB Kota Kediri atas digelarnya seminar nasional ini.
Dalam seminar nasional ini KH. Zulfa Mustofa mengatakan, peran setrategis tokoh agama sangat dibutuhkan menyambut Pilkada 2024 dalam mewujudkan Pilkada damai dan harmoni.
Baca Juga :Dedengkot Salam Lima Jari Dipolisikan Atas Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Begini Ceritanya
“Indonesia memiliki banyak keberagaman dan perbedaan, namun Indonesia memiliki Pancasila sebagai falsafah hidup bahagia dan toleransi,” ungkapnya
Zulfa Mustafa mencontohkan orang Indonesia yang menuntut ilmu di negara Mesir belajar tentang ilmu fikih, tafsir dan lain sebagainya. Namun, untuk belajar ilmu hidup harmoni, rukun dan damai, orang Mesir perlu belajar kepada para tokoh agama dan masyarakat di Indonesia.
Hebatnya para tokoh di Indonesia, memegang teguh Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, mengedepankan rasa nasionalisme, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, menghormati dan menghargai antar sesama.
Baca Juga :PT KAI Daop 7 Madiun Hadirkan Rangkaian Baru KA Brantas dengan Kereta Ekonomi New Generation
Para tokoh agama berkumpul, umat Islam, Kristen, Katolik,Hindu, Budha, Konghuchu, aliran kepercayaan saling membicarakan tentang agama masing-masing. Mereka tetap menjaga pentingnya rasa nasionalisme, diharapkan masyarakat bisa bekerja dengan tenang, hidup dengan makmur dan damai.
Pada akhir seminar, KH. Zulfa Mustofa mengajak semua peserta seminar FKUB dengan melantunkan lagu Indonesia Raya dengan lirik berbeda, “Marilah kita berdoa Indonesia bahagia, Marilah kita berseru Indonesia bersatu, Marilah kita berjanji Indonesia abadi,” tuturnya.
Sementar itu Ketua FKUB Kota Kediri, KH. Moch. Salim saat membuka seminar nasional ini mengatakan, perlunya mengadakan pertemuan FKUB, salah satu upaya menangkal intoleransi di Kota Kediri, terutama menjelang Pilkada serentak 2024. Dan, FKUB sendiri besikap netral dan tidak bolos alias golput dan terus bangkitkan semangat kepada warga agar tetap nyoblos, karena suara anda menentukan nasib bangsa.
Baca Juga :Tradisi Ziarah Makam Pemimpin Kota Batu Jelang HUT Kota Batu
“Meski calon Walikota dan Wakil Walikota beda dan beda pilihan, kita ini sama-sama warga kota Kediri, sebelum dan sesudah coblosan tetap kondusif, aman, lancar dan damai,” katanya.
Moch. Salim juga menghimbau kepada warga Kota Kediri untuk berperan aktif ikut mensukseskan Pilkada, sekaligus mendamaikan dan menyejukkan. “Pilihlah calon yang bersih dan jujur tanpa politik uang, pemimpin yang bersih pasti akan mengemban amanah rakyat dan tidak korupsi,”tegasnya.



















