Kediri, SEJAHTERA.CO – Fenomena flushing atau penggelontoran air di Sungai Brantas yang kerap memunculkan ikan mabuk kembali menarik perhatian warga di wilayah Blitar, Tulungagung hingga Kediri. Banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk menjaring ikan di aliran sungai.
Baca juga:Sebanyak 55 Biksu Asia Tenggara Tiba di Jombang, Bawa Pesan Damai Lintas Agama
Menanggapi kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan pemantauan di sejumlah titik aliran Sungai Brantas. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat arus air saat flushing mengalir deras dan berpotensi membahayakan.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, mengatakan pihaknya tidak melakukan patroli khusus di sungai, namun fokus pada pemantauan serta penyampaian imbauan kepada masyarakat.
“Kami mengimbau warga untuk tetap menjaga keselamatan saat berada di bibir sungai. Jangan sampai terpeleset karena arus sangat deras dan kuat saat flushing berlangsung,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun aktivitas mencari ikan diperbolehkan, keselamatan diri harus menjadi prioritas utama.
“Silakan mencari ikan, tetapi jangan abaikan keselamatan. Keselamatan diri jauh lebih penting,” tambahnya.
Baca juga:Warga Mojoagung Jombang Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Tiga Hari Tak Bernyawa
Selain itu, Joko juga mengingatkan warga yang hanya menonton agar tidak berdiri terlalu dekat dengan tepi sungai. Pasalnya, debit air saat flushing bisa meningkat hingga ke bibir sungai dan berisiko menyeret siapa pun yang berada terlalu dekat.
“Bagi warga yang menonton, jangan berada di tepi sungai. Air bisa meluap dan arusnya sangat kuat, berpotensi membahayakan,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Kediri berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan selama fenomena flushing berlangsung, guna menghindari terjadinya kecelakaan di aliran Sungai Brantas.



















