Golput Diprediksi Capai 50 Persen, KPU Gandeng PWI Tulungagung untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Golput Diprediksi Capai 50 Persen, KPU Gandeng PWI Tulungagung untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Sosialisasi yang dilakukan KPU Tulungagung bersama PWI Tulungagung dan awak media untuk meningkatkan partisipasi pemilih (isal/sejahtrea.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 di Tulungagung diperkirakan sangat rendah lantaran terdapat sejumlah pemilih potensial seperti mahasiswa ada di luar kota.

Baca Juga :Surat Suara Pilkada 2024 Ponorogo Antre di Percetakan, Polisi Bakal Jaga Ketat

Hal ini membuat KPU dan PWI Tulungagung berkolaborasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 ini.

Read More

Ketua KPU Tulungagung, Lutfi Burhani mengatakan, kolaborasi dengan seluruh media di Tulungagung dirasa penting untuk menyampaikan informasi tahapan Pilkada kepada masyarakat.

Pasalnya, peran media sangat vital dan strategis agar masyarakat bisa menerima informasi secara jelas tentang pentingnya hak pilih mereka.

Baca Juga :Jatah Habis, Hakim di PN Tulungagung Tak Ikut Gerakan Solidaritas Cuti Bersama

Dia menjalin kerja sama melalui sosialisasi peran media dalam mendorong partisipasi pemilih, dengan harapan agar partisipasi pemilih bisa terdongkrak. KPU menargetkan partisipasi masyarakat pada Pilkada ini mencapai 80 persen dari total DPT sebanyak 866.030 pemilih.

“Kami tentunya berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, dimana target kami yakni 80 persen dari DPT, dan target itu lebih banyak dari Pemilu yang hanya 70 persen dari DPT,” kata Lutfi Burhani, Jumat (11/10/2024).

Pada sosialisasi ini, ungkap Lutfi, tentunya menyasar masyarakat secara umum seperti pemilih pemula, mahasiswa, ibu rumah tangga (IRT), hingga seluruh elemen masyarakat lainnya.

Baca Juga :Tiga Titik Kekeringan di Kabupaten Tulungagung Digelontor Air Bersih

Mengingat, pemilih pemula, mahasiswa dan ibu rumah tangga yang disebut ini berpotensi menjadi partisipasi yang rendah pada Pilkada 2024.

Dengan menggandeng media terutama PWI Tulungagung dalam sosialisasi Pilkada ini, pihaknya tentu berharap kerja sama ini bisa memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

Dengan begitu, pada 27 November 2024 mendatang, banyak masyarakat yang termotivasi untuk datang ke TPS.

Baca Juga :Tersangka Kasus Keracunan Massal di Pengajian Krecek Badas Ingin Cari Keuntungan dari Makanan dan Minuman Kemasan Kedaluarsa

“Peran media dalam menyampaikan informasi tahapan Pilkada sangat penting. Sosialisasi yang dilakukan melalui pemberitaan bisa memancing masyarakat untuk lebih aktif menggunakan hak pilihnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Tulungagung, Wiwieko Dharmadiningrum mengatakan, menurut datanya potensi pemilih yang tidak menggunakan hak pilih pada Pilkada 2024 di Tulungagung cukup tinggi.

Dia memperkirakan sekitar 50 persen pemilih Tulungagung tidak menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga :Mampu Ungkap Pelaku Penembakan, Kapolres Batu Berikan Penghargaan kepada 6 Anggota Polri, Lurah dan Masyarakat

Menurut Eko, rendahnya partisipasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpedulian mahasiswa yang berada di luar kota terhadap pelaksanaan Pilkada mendatang.

Atas data yang telah dikumpulkan ini, pihaknya sudah meminta KPU Tulungagung untuk semakin masif dalam melakukan sosialisasi demi mendongkrak partisipasi pemilih.

Baca Juga :Pelaku Penembakan Penjual Bakso di Kota Batu Ditangkap, Gak Nyangka Ternyata ini Modusnya

“Data yang kami kumpulkan, potensi golput masih tinggi, sekitar 50 persen. Namun, dengan waktu yang tersisa hingga November, kami berharap partisipasi pemilih bisa ditingkatkan,” kata Wiwieko Dharmadiningrum.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *