Gubernur Jatim Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar Sosial

Gubernur Jatim Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar Sosial
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa didampingi Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa di Penyerahan Bantuan Sosial dan Tali Asih Pilar Sosial Provinsi Jawa Timur di UPT RSBL Kediri. (ist)

Kediri, SEJAHTERA.CO  Bertempat di UPT di Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) di Desa Butuh Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Minggu (1/3/2026) siang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa didampingi Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menyerahkan bantuan sosial (bansos) dan tali asih pilar sosial Jawa Timur.

Di tempat yang sama Gubernur Jatim serahkan bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas, bansos kepada lansia (PKH plus), bantuan kewirausahaan, bantuan kemiskinan ekstrem.

Bantuan operasional pendamping PKH, tali asih TKSK dan Tagana, bantuan program pemberdayaan BUMDes, program Desa Berdaya dan bantuan keuangan desa.

Read More

Bantuan keuangan khusus terus bantuan keuangan desa seluruh Jawa Timur ini nya cukup besar sekali senilai Rp285.437.488.

Bansos Kabupaten Kediri ada Rp5.577.400.000. Kemudian dari BUMD nanti ada jaket produktif, ada 50 yang akan mendapatkan Rp500.000-an. Kemudian dari Dinas PMD senilai Rp 628.000.000,

Baca Juga Kebanjiran Pesanan Hampers Lebaran, UMKM Bouquet Batu Tutup Sementara Order

Ada empat desa yang Terima bantuan khusus sebesar 8.831.470.000 dan total bantuan khusus ke Kabupaten Kediri 15.061.879.000.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa menyampaikan agar Desa desa yang mendapatkan bantuan bisa memanfaatkan dengan baik sesuai sasaran.

Bantuan sosial yang diserahkan bisa digunakan untuk kepentingan penting keluarga. Khofifah juga mengapresiasi petugas Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dan tagana yang bergantian di kawasan bencana Aceh Tamiang Kediri. Untuk penguatan ekonomi melalui umkm,

“Bantuan sosial ini merupakan bantalan sosial dan bantalan ekonomi. Selanjutnya program pengentasan kemiskinan ekstrem harus diperhatikan agar bisa zero kemiskinan. Pemberdayaan UMKM juga lebih baik dan masyarakat desa maju. Untuk siswa SR dan guru senior SR tetap semangat,” katanya.

Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa mengatakan, beberapa kali Ibu Gubernur hadir di tengah masyarakat Kediri dan setiap kunjungan selalu membawa perhatian dan semangat bagi kami semua yang ada di Kabupaten Kediri. Kehadiran Ibu Gubernur hari ini tentu menjadi motivasi tersendiri.

“Belakangan ini kami juga mencermati persoalan yang cukup dirasakan masyarakat yaitu terkait kepesertaan PBIJK yang tidak aktif.

Baca Juga Bianglala Alun-Alun Kota Batu Belum Diganti pada 2026, Pemkot Hanya Siapkan Kajian

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial juga membuka layanan reaktivasi PBIJK agar masyarakat yang membutuhkan tetap tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan baik.

Mohon izin Ibu melaporkan bahwa dari PBIJK masyarakat Kabupaten Kedir yang ternonaktifkan berjumlah 47.639 jiwa keseluruhan karena masuk desil 6.

Di mana sampai bulan Februari 2026 sudah ada 2.253 jiwa kembali teraktivasi melalui pemerintah pusat ataupun melalui layanan reaktivasi dari pemerintah Kabupaten.

“Kondisi ini akan terus kita update dan kita kawal agar supaya seluruh bantuan atau jaminan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Kediri benar bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *