Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Hutan seluas tiga hektar di di Kabupaten Trenggalek mengalami kebakaran hebat. Masyarakat Kabupaten Trenggalek dihimbau untuk waspada akan dampak kemarau panjang yang memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Baca Juga :Jadi Tiga Poros, Inda Raya Umumkan Maju Pilkada 2024 Kota Madiun
Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono menjelaskan, kebakaran hutan seluas tiga hektar itu terjadi di Petak 114 C wilayah RT 04/RW 01 Dusun Sukorejo Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek.
Kebakaran itu terjadi di lahan pemajekan dan lahan milik Perhutani. “Tepatnya di kawasan Gunung Orak-arik,” kata Triadi, Rabu (28/8).
Kebakaran di lahan pemajekan seluas dua hektar dan satu hektar lahan perhutani itu terjadi di lahan hutan baku seluas 54,4 hektar.
Baca Juga :Tradisi Pecah Kendil, Deny Widyanarko: Tak Ada Bumbung Konsong
Hutan itu ditanami tanaman jenis pohon akasia, keling dan sengon buto (TBC). Hutan itu masuk wilayah RPH Gandusari BKPH Karangan KPH Kediri.
“Jenis tanaman atau vegetasi hutan yang terbakar berupa semak dan ilalang,” imbuhnya.
Kebakaran itu, lanjut Triadi, awalnya bersumber dari lahan pemajekan. Kemudian api, itu menjalar ke lahan Perhutani.
Beruntung api dapat segera dipadamkan petugas gabungan setelah mendapatkan laporan dari warga sekitar sehingga tidak sampai merembet ke pemukiman warga.
Baca Juga :Tetes Air Mata Kris Dayanti, Saat Daftar Calon Wali Kota Batu
“Kebakaran itu kurang lebih 700 meter dari pemukiman warga diduga sumber api berasal dari lahan pemajekan,” ujarnya.
Belum diketahui penyebab kebakaran. Pihak terkait, lanjut Triadi masih melakukan pendalaman.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada, serta mencegah potensi-potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Utamanya memasuki puncak musim kemarau.
“Selalu hati-hati dan waspada,” pungkasnya.



















