Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pengasuh Ponpes ‘Ora Aji’ Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah tengah menjadi perbincangan di masyarakat setelah mengolok-olok penjual es teh saat di pengajiannya beberapa waktu lalu.
Baca Juga :Polres Trenggalek Lakukan Transplantasi Terumbu Karang pada Peringatan HUT ke-74 Polairud
Meski telah sama-sama memaafkan, Gus Miftah tetap menjadi perbincangan karena mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Selain itu, tidak jarang Gus Miftah ulama yang memiliki gaya nyentrik tersebut mengaku sebagai keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari, Tegalsari, Jetis, Ponorogo.
Baca Juga :Dua Bulan Terakhir BPBD Ponorogo Catat Ada 60 Peristiwa Tanah Longsor, Ini yang Paling Parah
Namun, pengakuan tersebut diragukan oleh Raden Kunto Pramono (65) yang merupakan generasi ke-8 dari Kiai Ageng Muhammad Besari. Pasalnya, usai dicek, tidak ada nama Miftah dalam urutan garis keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari.
“Tidak ada (Gus Miftah.red), dalam silsilah. Saya mengharapkan kalau memang pengakuannya dari Kiai Ageng Muhammad Ilyas, dari istri berapa, nanti akan ketemu. Saya cek. Kok nggak ada. Masih merasa ada keraguan,” ujar Kunto kepada wartawan, Minggu (8/12/2024).
Baca Juga :Antisipasi Luapan Air, DPUPR Kabupaten Kediri Normalisasi 20 Sungai
Kunto juga menjelaskan, garis keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari yang saat ini masih terjaga dimulai dari :
1. Kiai Ageng Muhammad Besari
2. Kiai Ageng Muhammad Ilyas
3. Kiai Kanjeng Bagus Hasan Besari
4. Kai Kasan Anom I
5. Kiai Kasan Anom II
6. Eyang Gatut Muhammad Ismail
7. R. Hartawan Cokroadisiswoyo
8. R. Kunto Pramono
“Aslinya (Gus Miftah) itu dari Dukuh Bantengan, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis. Saya cek, saya ingin tahu juga seperti apa kebenarannya. Kalau memang dari Kiai Ageng Ilyas, dari istri keberapa,” jelas Kunto.
Baca Juga :Razia Kos, Pergoki 15 Pasangan Tanpa Ikatan Sah di Kota Blitar
Ia mencontohkan, salah satu keturunan yang telah tervalidasi yakni, HOS Cokroaminoto. Namun demikian pihaknya tetap membuka diri kepada siapapun pun, termasuk kepada Gus Miftah.
“Kalau HOS Cokroaminoto memang masih keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari, karena ada bukti valid. Nah, kalau memang Miftah keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari, mohon ditunjukkan secara valid. Kalau memang iya (keturunan), saya ikut bangga sebagai dzurriyyah (keturunan) Tegalsari,” imbuh Kunto.
Baca Juga :Apresiasi Gelaran Festival Pemuda, Pj Walikota Zanariah Harap Pemuda Terus Belajar dan Berinovasi
Sekedar informasi, Kiai Ageng Muhammad Besari adalah tokoh penyebar Islam di Ponorogo pada abad ke-17. Selain itu Kiai Ageng Muhammad Besari merupakan seorang bangsawan, dan pendiri salah satu pesantren tertua di Nusantara. Yakni Pesantren Tegalsari atau disebutkan bernama Pesantren Gebang Tinatar.



















