Batu, SEJAHTERA.CO – Sejumlah harga sembako mulai mengalami lonjakan di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, terutama harga cabai yang melambung sangat tinggi di Kota Batu.
Untuk harga cabai rawit sendiri, kini tembus hingga diangka Rp110 ribu per kilogram. Harga tersebut hampir naik 50 persen lebih dari harga sebelumnya yakni Rp70 ribu.
Baca Juga :Fakta Baru Laka Maut Kota Batu, Izin Angkut dan Uji Kir Bus Mati
Sedangkan, untuk komoditas cabai lainnya juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. Untuk cabai keriting hijau yang semula Rp40 ribu naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. Lalu, cabai keriting merah naik menjadi Rp60 per kilogram yang sebelumnya Rp45 ribu.
Salah satu pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Suryani (45) membenarkan adanya kenaikan harga cabai tersebut yang meroket cukup tinggi.
“Sekarang Rp110 ribu naik sebelumnya dari sekitar Rp60 ribu sampai Rp70 ribu. Cabai jenis lain juga naik,” ujarnya, Jumat (10/1/2015).
Baca Juga :Hore, Dana Desa untuk Kabupaten Ponorogo Naik Rp3,8 Miliar, ini Peruntukkannya
Sementara, pedagang lain bernama Sopian (50) memperkirakan kenaikan harga cabai ini disinyalir akibat para petani mengalami gagal panen. Terlebih, akhir-akhir ini cuaca buruk melanda beberapa daerah yang menjadi pemasok cabai, seperti Probolinggo.
“Ya karena itu hujan terus banyak yang gagal panen. Jadi stoknya berkurang, ini dari Wajak dan Probolinggo (kiriman cabai),” katanya.
Dikatakan jika kenaikan cabai ini berjalan kurang lebih selama sepekan terakhir. Harganya pun terus merangkak naik, dari yang normal sekitar Rp50 ribu hingga mencapai Rp110 ribu seperti saat ini.
Baca Juga :DKPP Kabupaten Kediri Pasang Banner Jadwal Penutupan Pasar Hewan
“Sudah sepekan ini naiknya. Normal paling murah biasanya Rp 50 ribu lah. Tapi sekarang ya karena mahal, stok saya kurangi, pembeli juga mengurangi yang biasa beli 1 ons, jadi setengah ons,” bebernya.
Sebagai pedagang, Sopian dan Suryani berharap peran pemerintah dalam mengkontrol harga komoditas cabai ini. Sehingga, harga cabai bisa berangsur turun dan kembali ke harga normal.
Baca Juga :Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Terpilih Tanpa Dihadiri Petahana
“Ya berharap cepat turun. Paling kisaran Februari 2025 sudah mulai turun,” tutupnya.



















