Blitar, SEJAHTERA.CO – Ada pemandangan tak biasa saat Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar peringatan Hari Jadi ke-701 Kabupaten Blitar, Selasa (5/8/2025).
Salah satu mantan bupati, Rini Syarifah, yang juga rival politik Bupati Blitar saat ini, Rijanto, tidak tampak hadir dalam acara puncak yang dipusatkan di Pendapa Ronggo Hadinegoro.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Jadi Blitar digelar meriah dengan berbagai prosesi adat dan budaya.
Tradisi ini dimulai pada Senin malam (4/8/2025) dengan bedhol pusaka dan malam tirakatan, lalu dilanjutkan dengan pisowanan ageng sebagai puncaknya.
Biasanya, para mantan kepala daerah turut hadir dalam acara pisowanan. Namun, tahun ini hanya tampak mantan Bupati Hery Noegroho, yang pernah menjabat bersama Rijanto sebagai wakil bupati. Rini Syarifah, yang pernah menjabat sebelum Rijanto, tidak terlihat di barisan undangan.
Bupati Blitar, Rijanto, tidak memberi banyak komentar soal ketidakhadiran Rini. Ia hanya memastikan bahwa seluruh mantan bupati telah diundang secara resmi oleh panitia.
“Kalau itu, saya sendiri tidak bisa berandai-andai,” ujar Rijanto singkat, Selasa (5/8/2025).
Momen Hari Jadi Blitar dianggap sakral karena selain merayakan usia Kabupaten Blitar, juga sebagai ajang penghormatan terhadap para pemimpin sebelumnya.
Dalam setiap prosesi, termasuk pisowanan ageng, selalu ditampilkan kirab foto-foto kepala daerah dari masa ke masa—mulai dari bupati pertama hingga terakhir.
Baca Juga :Realisasi PAD Sektor Pasar Tulungagung Tembus 54 Persen di Semester Pertama 2025
Seperti diketahui, dalam Pilkada terakhir, Rini Syarifah maju kembali bersama Abdul Ghoni dan berhadapan dengan pasangan Rijanto–Beky Herdihansah. Namun, pasangan Rini-Ghoni kalah dalam perolehan suara.
Meski demikian, seluruh rangkaian Hari Jadi ke-701 Blitar tetap berlangsung khidmat dan meriah. Kirab panji-panji kebesaran Kabupaten Blitar menjadi bagian ikonik yang diikuti seluruh pegawai Pemkab, memperkuat nuansa historis dan kebudayaan lokal.



















