Blitar, SEJAHTERA.CO – Memasuki hari ketiga pencarian korban kecelakaan laut di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, tim gabungan terus melakukan upaya pencarian, Sabtu (13/6/2026).
Baca juga:Ngembat Dua Karung Gabah, Residivis di Blitar Dibogem Massa
Polsek Bakung bersama Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran melalui jalur darat maupun laut untuk mencari santriwati asal Kabupaten Kediri yang masih dinyatakan hilang setelah terseret ombak Pantai Selatan.
Dalam operasi pencarian tersebut, personel dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai, sedangkan tim lainnya bersiaga melakukan pencarian melalui jalur laut menggunakan perahu karet dan perahu nelayan apabila kondisi cuaca serta gelombang memungkinkan.
Untuk memaksimalkan peluang menemukan korban, tim gabungan memperluas area pencarian. Jika sebelumnya radius pencarian hanya mencapai tiga kilometer dari lokasi kejadian, kini diperluas hingga lima kilometer ke arah timur dan lima kilometer ke arah barat dari titik awal korban terseret ombak.
Kapolsek Bakung, AKP Purnomo, mengatakan seluruh unsur yang terlibat tetap berkomitmen melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, nelayan, dan masyarakat sekitar.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar tim gabungan diberikan keselamatan, kemudahan, dan kelancaran dalam pelaksanaan pencarian,” katanya.
Menurutnya, proses pencarian akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi kejadian.
Baca juga:Modus Ajak Kencan Berujung Pemerasan, Tiga Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota
Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan studi wisata luar kelas (outing class) yang diikuti santri dari salah satu pondok pesantren di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, berakhir duka.
Saat berwisata di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, tiga santri terseret ombak besar Pantai Selatan.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/6/2026) siang. Rombongan yang terdiri dari 10 santri dan seorang ustazah berangkat dari pondok pesantren pada pagi hari dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB.
Saat berada di kawasan tebing pantai, tiga santri terseret ombak yang datang secara tiba-tiba.
Dua korban, yakni AZ (11) dan AM (10), berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai. Keduanya kemudian mendapat pertolongan dari warga dan nelayan sebelum dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Sementara satu korban lainnya, HR (9), santriwati asal Kabupaten Kediri, hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian oleh tim gabungan.



















