Batu, SEJAHTERA.CO – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang mendatangi Gedung DPRD Kota Batu pada Senin (15/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kedatangan belasan kader HMI ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Malang, Mirdha Idham, untuk menyuarakan delapan tuntutan nasional yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti.
Mirdha Idham menegaskan, aksi audiensi ini merupakan bentuk komitmen HMI dalam mengawal reformasi lembaga negara agar tidak semakin jauh dari cita-cita demokrasi.
“Kami menyoroti sejumlah persoalan besar, mulai dari reformasi DPR dan Polri secara menyeluruh, hingga penuntasan kasus pelanggaran HAM,” tegasnya.
Baca Juga :Jambret Kalung Emas di Wonosari Dibekuk Polisi
“Aspirasi ini penting agar demokrasi tidak hanya menjadi jargon, melainkan benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, HMI Cabang Malang menyampaikan delapan poin tuntutan, yakni: evaluasi dan reformasi institusi DPR, reformasi institusi Polri.
Pencopotan anggota DPR yang dianggap tidak beretika, audit independen keuangan legislatif, pengusutan pelanggaran HAM oleh aparat.
Efisiensi gaji dan tunjangan DPR/DPRD, desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta pengusutan kematian ojol dan demonstran dalam aksi unjuk rasa.
Menanggapi hal itu, perwakilan dari DPRD Kota Batu, Khamim Tohari menyampaikan apresiasi atas langkah kritis HMI Cabang Malang.
Baca Juga :Meski Gus Irfan Jadi Menteri Haji, Pelayanan Haji di Ponorogo Masih di Bawah Kemenag
Pasalnya penyampaian aspirasi mahasiswa tersebut berlangsung tertib tanpa menimbulkan gangguan terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar.
“Kami mengapresiasi HMI Cabang Malang dan aspirasi ini akan kami sampaikan ke instansi yang lebih tinggi. Aspirasi ini akan diperjuangkan atas nama lembaga DPRD Kota Batu,” katanya.
“Hari ini kami komunikasi dulu dengan ketua, kemudian akan diteruskan hingga DPRD provinsi, DPR RI, sampai ke Mendagri,” tandasnya.



















