Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kembali dioperasikannya lagi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Tulungagung sempat diwarnai keluhan dari masyarakat yang khawatir akan bau yang ditimbulkan.
Bahkan jika selama IPLT dioperasikan dan menimbulkan bau, masyarakat setempat pun tidak segan untuk melakukan demo besar-besaran.
Perwakilan warga Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu, Mulyono mengatakan, sebenarnya tidak menolak operasional IPLT yang sekarang.
Baca Juga :Ciptakan ‘Dual Track’ agar Siswa Lulus Bisa Dapat Kerja
Hanya saja, pihaknya khawatir operasional IPLT saat ini masih tetap berdampak terhadap warga setempat utamanya terkait bau tinja yang ditimbulkan.
Pasalnya, operasional IPLT di tahun-tahun sebelumnya, terutama 9 tahun yang lalu membuat masyarakat setempat cukup kesulitan dalam beraktivitas dikarenakan bau yang menyengat dari IPLT.
Imbasnya, pengunjung wisata petik belimbing di lahan dekat IPLT kurang nyaman.
“Dulu saat IPLT ini beroperasi, setiap pukul 5 subuh itu bau dari IPLT menguap hingga ke rumah warga. Endapannya itu belum terurai dengan sempurna, jadi hal itu sangat mengganggu aktivitas warga,” kata Mulyono, Rabu (5/2/2025).
Menurut ungkap Mulyono, warga sebenarnya tahu betul jika operasional IPLT ini merupakan kebijakan dari pemerintah daerah, demi kepentingan masyarakat sendiri.
Baca Juga :Cek Pengecer dan Pangkalan, Tim Gabungan Pastikan Stok dan Distribusi LPG Aman
Namun, warga setempat tetap berupaya untuk menyampaikan keberatannya atas pengoperasian kembali IPLT.
Kendati tidak sepenuhnya menolak operasional IPLT, masyarakat setempat ingin memastikan janji pemerintah yang menjamin jika operasional IPLT ini tidak menimbulkan bau.
Sejalan dengan itu, jika nantinya tetap menimbulkan bau, maka warga setempat akan melakukan demo sesuai SOP yang berlaku.
“Kami saat ini percaya dengan janji pemerintah daerah yang menjamin IPLT tidak menimbulkan bau. Tetapi jika ternyata tetap menghasilkan bau, kami akan demo besar-besaran,” ungkapnya.
Selain aksi demo itu, warga juga meminta untuk mengambil sampel air hasil dari olahan IPLT agar bisa diujikan di Sucofindo untuk melihat kandungannya.
Baca Juga :Mobil Pustaka Keliling Hadir di Car Free Day Pare, Begini Respon Masyarakat
Biaya pengujian tersebut nantinya juga akan ditanggung secara mandiri oleh masyarakat melalui uang hasil iuran warga setempat.
Mulyono berharap pemerintah daerah tetap menjalin komunikasi dengan warga setempat atas dioperasionalkannya kembali IPLT tersebut.
Itu karena masyarakat ingin tahu betul manfaat atas pengoperasionalan IPLT ini terutamanya bagi masyarakat setempat di Desa Moyoketen dan Bono.
“Kami mohon pemerintah berkenan agar air hasil pengolahan IPLT ini untuk diujikan di Sucofindo untuk menguji kandungannya,” pungkasnya.
Baca Juga :Disambangi Mendag Budi Santoso, Peternak Ayam Kabupaten Blitar Ingin Ikut Andil MBG
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi menyebut, secara terbuka mempersilakan masyarakat ingin mengambil sampel air pengolahan IPLT untuk diuji lab.
Bagi pemerintah, hal ini sama halnya dengan masyarakat membantu kinerja pemerintah.
Dia mengakui, ke depan operasional IPLT ini masih akan terus dikembangkan agar tidak mengakibatkan polusi yang mengganggu masyarakat.
Dengan begitu, komunikasi yang dijalin dengan masyarakat juga bisa membuat pemerintah mengembangkan IPLT ke arah yang lebih baik.
Baca Juga :Kapolres Jombang Memberikan Penghargaan kepada 24 Anggota Berprestasi
“Tidak apa-apa kalau mau ambil sampel, kami persilahkan. Kami sangat terbantu dengan upaya yang dilakukan masyarakat itu. Kami juga sangat terbuka untuk menerima kritik dan masukan dari masyarakat atas operasional IPLT ini,” kata Tri Hariadi.



















