Blitar, SEJAHTERA.CO – Pemkot Blitar rutin menggelar agenda tahunan Blitar Ethnic National (BEN) carnival. Karena sudah rutin dan menjadi tradisi, ajang penampilan kekayaan budaya Nusantara ini pun diharapkan masuk kalender Kharisma Event Nusantara atau KEN 2026.
Ya, KEN sendiri adalah satu strategi kolaborasi Kemenparekraf dengan daerah melalui penyelenggaraan event berkualitas yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain itu juga meningkatkan kunjungan wisatawan, pemberdayaan potensi lokal, serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya.
Dan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. KEN ini juga menjadi kalender atau agenda unggulan pemerintah.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Kota Blitar, Edy Wasono sudah terhitung kali empat Pemkot Blitar menggelar BEN carnival. Agenda yang diikuti puluhan utusan atau delegasi daerah di seluruh Indonesia ini pula sudah menjadi ikon dan even unggulan di Kota Blitar.
Nah, karena sudah menjadi ikon dan unggulan, harapannya dapat lolos dalam kurasi KEN dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Dengan masuknya KEN, setidaknya BEN di Kota Blitar mampu mengangkat bertujuan mengangkat event-event daerah berkualitas ke tingkat nasional, sekaligus menjadi kalender acara resmi pariwisata Indonesia,” katanya, Jumat (18/7/2025).
Selain itu, lanjutnya, dengan masuknya KEN, setidaknya menjadi pengakuan. Bahwasanya, Kota Blitar setiap tahun punya even tahunan di bidang budaya Nusantara.
Baca Juga :Muskomwil IV ke-13 APEKSI Resmi Dibuka, Walikota Vinanda: Tonjolkan Potensi Unggulan Kota Kediri
Bahkan, selalu ditunggu masyarakat. Sesuai dengan jadwal, BEN carnival sendiri jika taka da aral melintang, digelar pada Agustus 2025 mendatang.
Saat ini, sejumlah persiapan mulai digelar. Di antaranya pemantapan ide hingga panitia yang nantinya turun ke lapangan. Pada 2024 lalu, harapannya BEN carnival lolos KEN. Tetapi belum beruntung.
BEN nantinya, juga menampilkan sejumlah kesenian khas di Kota Blitar. Di antaranya jaranan eklek, barongan kucingan sodo, hingga berbagai penampilan budaya lainnya yang sarat nilai lokal dan filosofi nusantara.
Baca Juga :Khofifah Puji Fasilitas SRMA di Kediri: Seperti Sekolah Internasional, Siswa Harus Lebih Unggul
Sementara lokasi ajang pertunjukan di sepanjang Jalan Ahmad Yani Blitar hingga Jalan Merdeka Blitar.



















