Jelang Idul Adha, Ternak di Pasar Hewan Terpadu Tulungagung Diperiksa

Jelang Idul Adha, Ternak di Pasar Hewan Terpadu Tulungagung Diperiksa
Proses pemeriksaan hewan ternak untuk kurban di Pasar Hewan Terpadu Tulungagung.(isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang Idul Adha, petugas kesehatan hewan di Tulungagung mulai melakukan pemeriksaan dan pemantauan di Pasar Hewan Terpadu (PHT). Hasilnya, petugas tidak mendapati adanya tanda-tanda hewan ternak yang sakit dan tidak layak untuk dijadikan hewan kurban.

Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan dan pemantauan hewan ternak. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dijadikan kurban dalam kondisi sehat.

Proses pemeriksaan dilakukan terhadap hewan ternak sapi dan kambing, pemeriksaan itu dilakukan pada bagian mata, hidung mulut dan badan hewan ternak. Hal ini untuk memastikan tidak adanya penyakit yang sedang diidap oleh hewan ternak tersebut, sehingga dinyatakan layak untuk jadi kurban.

Read More

Baca Juga :Diduga Terjerat Utang Piutang, Lelaki Desa Mulyosari Tulungagung Nekat Gantung Diri

“Proses pemeriksaan ini kami lakukan secara berkala di setiap pasar-pasar hewan maupun tempat penampungan hewan ternak,” kata drh. Tutus Sumaryani, Selasa (20/5/2025).

Selama proses pemeriksaan, ungkap Tutus, pihaknya tidak mendapati adanya hewan ternak yang terindikasi menderita penyakit tertentu seperti PMK atau diare. Namun, pihaknya hanya mendapati adanya hewan ternak yang memang belum layak untuk dijadikan hewan kurban lantaran belum cukup usia.

Selain itu, kasus PMK di Tulungagung maupun di Jawa Timur saat ini juga sudah terkendali, sehingga pihaknya memastikan tidak ada hewan ternak yang mengidap PMK. Meski begitu, untuk hewan ternak dari luar daerah yang hendak dijual di Tulungagung, wajib menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Saat ini sudah tidak ada lagi daerah yang diwaspadai PMK, asalkan menyertakan SKKH, hewan ternak itu bisa dibawa ke daerah lain,” ungkapnya.

Baca Juga :Sumur Bor di Ngimbang Lamongan Hebohkan Warga, Keluarkan Bau Mirip Solar

Sedangkan terkait ketersediaan hewan kurban, Tutus menyebut jika saat ini ketersediaan sapi potong di Tulungagung mencapai 12.600 ekor dari total populasi sebanyak 126.000 ekor. Sedangkan untuk ketersediaan ternak kambing mencapai sebanyak 26.000 ekor dari total populasi sebanyak 173.378 ekor.

Berkaca pada pelaksanaan kurban tahun 2024 kemarin, terdapat sebanyak 3.421 ekor sapi yang dipotong untuk dijadikan hewan kurban, sedangkan untuk kambing sebanyak 18.640 ekor. Sesuai data itu, ketersediaan hewan ternak di Tulungagung tahun ini sudah sangat mencukupi untuk dijadikan hewan kurban.

“Stok atau ketersediaan kita aman, cenderung surplus, mengingat jika berkaca pada pelaksanaan idul adha tahun 2024 kemarin, ketersediaan hewan kurban kita sangat mencukupi,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *