Panen Padi Tulungagung MT 1 Alami Surplus, Capai 154.555 Ton Padi

Panen Padi Tulungagung MT 1 Alami Surplus, Capai 154.555 Ton Padi
Petani di Tulungagung saat menggarap lahan sawah tanaman padi miliknya (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Hasil produksi tanam padi di Tulungagung pada masa tanam (MT) 1 tahun 2025 digadang-gadang mengalami surplus. Padahal pada MT 1 tahun ini, kondisi cuaca terbilang kurang bersahabat lantaran hujan kerap terjadi di Tulungagung.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Suyanto mengatakan, hasil tanam padi pada MT 1 di Kabupaten Tulungagung terbilang sangat memuaskan. Pasalnya, hasil produksi tanaman padi pada MT 1 tahun ini mengalami surplus jika dibandingkan dengan MT 1 tahun 2024 kemarin.

Sesuai data miliknya, pada MT 1 tahun 2025, total luas lahan tanaman padi di Tulungagung mencapai 25.442 hektare, sedangkan pada MT 2 nantinya ada 47.517 hektare. Sedangkan hasil panen padi pada MT 1 di Tulungagung justru mampu mencapai sebanyak 154.555 ton dari total luas lahan padi pada MT 1.

Read More

Baca Juga :Jelang Idul Adha, Ternak di Pasar Hewan Terpadu Tulungagung Diperiksa

“Hasil panen padi pada MT 1 kemarin sangat memuaskan, karena mampu menghasilkan 154.555 ton dari total luas lahan seluas 25.442 hektare,” kata Suyanto, Rabu (21/5/2025).

Sedangkan pada MT 1 2024, ungkap Suyanto, pada saat itu hasil panen padi di Tulungagung hanya menghasilkan sebanyak 87.572 ton padi saja. Maka dari itu, hasil tanam padi pada MT 1 tahun 2025 mengalami surplus sekitar 66.983 ton, sehingga mampu untuk mencukupi kebutuhan beras Tulungagung.

Dikarenakan mengalami surplus, Suyanto menyebut jika sisa lebih hasil pertanian tanaman padi di Tulungagung tersebut turut disalurkan ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Terutama seperti wilayah Nganjuk, Kediri dan Blitar, hal ini dilakukan untuk menjaga harga komoditas beras tetap stabil di pasaran.

“Dikarenakan hasil tanam kita mengalami surplus, kami tentunya berupaya untuk menjaga harga komoditas beras agar tetap stabil, sehingga hasil panen ini turur disalurkan ke wilayah lain,” ungkapnya.

Baca Juga :Diduga Terjerat Utang Piutang, Lelaki Desa Mulyosari Tulungagung Nekat Gantung Diri

Kendati disalurkan ke wilayah lain, Suyanto memastikan stok beras hasil panen dari MT 1 itu akan aman sampai enam bulan ke depan, yang nantinya juga akan dicover dari hasil panen MT 2. Dengan begitu, hasil panen padi dari MT 1 dan MT 2 tahun ini, diproyeksikan akan mampu mencukupi kebutuhan lokal.

Menurut Suyanto, wilayah selatan Kabupaten Tulungagung justru menjadi penyumbang jumlah produksi padi tertinggi, seperti Kecamatan Pakel, Gondang, dan Rejotangan. Hal itu dikarenakan lantaran tingginya angka luasan lahan area persawahan padi pada tiga wilayah tersebut.

“Saat ini kami memang sedang menerapkan program perluasan lahan area persawahan padi terutama pada wilayah selatan di Tulungagung, sehingga hal ini turut mendorong terjadinya surplus hasil panen padi pada MT 1,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *