Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah harga bahan pokok (bapok) di Kabupaten Tulungagung mulai mengalami kenaikan. Bahkan harga bapok ini mulai mengalami kenaikan sejak tiga pekan yang lalu.
Baca Juga :Dugaan Tambang Ilegal Sebabkan Tanah Amblas di Sawah Desa Giripurno Kota Batu
Koordinator Pasar Ngemplak Tulungagung, Moh. Hasan Habibi membenarkan jika harga sejumlah bapok di wilayah Kabupaten Tulungagung mulai mengalami kenaikan menjelang perayaan Nataru.
Kenaikan harga bapok yang paling kentara ini terjadi pada dua jenis bapok seperti telur ayam dan daging ayam potong yang dijual di pasaran.
Kenaikan harga telur ayam dan daging ayam potong itu bahkan sudah terjadi sejak Minggu (1/12/2024) yang lalu atau setidaknya sudah terjadi selama tiga pekan terakhir.
Baca Juga :Libur Panjang Nataru, Terminal Seloaji Ponorogo Mulai Ramai Penumpang, Kenaikan Nyaris 100 Persen
Kondisi ini tidak lepas dari kebutuhan masyarakat yang memang mulai mengalami peningkatan sejak awal bulan Desember 2024.
“Kenaikan harga ini sudah terjadi selama tiga minggu terakhir dan yang paling melejit itu harga telur ayam dan daging ayam potong,” kata Moh. Hasan Habibi, Senin (23/12/2024).
Terkait harganya, ungkap Habibi, untuk telur ayam saat ini sudah menembus harga Rp 30 ribu perkilogramnya yang dijual oleh para pedagang di Pasar Ngemplak Tulungagung.
Baca Juga :Petugas Damkar Kabupaten Kediri Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Tiron
Sedangkan untuk harga daging ayam potong saat ini sudah menyentuh angka Rp 34 ribu perkilogramnya yang dijual di pasaran.
Padahal normalnya, harga telur ayam di pasaran Kabupaten Tulungagung biasanya hanya dijual dengan harga rata-rata hanya ada dikisaran Rp 25 ribu per kilogramnya.
Sedangkan harga daging ayam potong ini yang cenderung lebih tinggi, dimana normalnya biasa dijual dengan harga Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogramnya.
Baca Juga :SPDP Pembunuhan Satu Keluarga Ngancar Diterima Kejari, Jaksa Langsung Bentuk Tim Peneliti
“Jadi bisa dibilang kenaikan harga telur ayam dan daging ayam potong di pasar yang ada di Kabupaten Tulungagung ada di kisaran Rp 4000 sampai dengan Rp 5000,” ungkapnya.
Kondisi harga ini, jelas Habibi, sebenarnya tidak hanya dipengaruhi daya beli masyarakat yang juga meningkat, tetapi juga dikarenakan adanya faktor lain. Faktor lain yang dimaksud itu seperti perayaan natal dan tahun baru yang sebentar lagi memang akan digelar, sehingga mempengaruhi kenaikan harga tersebut.
Baca Juga :SPDP Pembunuhan Satu Keluarga Ngancar Diterima Kejari, Jaksa Langsung Bentuk Tim Peneliti
Menurut Habibi, secara persediaan sendiri, sebenarnya stok telur ayam dan daging ayam potong yang ada di pasaran saat ini masih tergolong melimpah dan mencukupi hingga akhir tahun 2024.
Maka dari itu, diyakini karena faktor adanya perayaan natal dan tahun baru itu yang paling mempengaruhi kenaikan harga bapok.
Baca Juga :Akses 20 Rumah Warga di Trenggalek Kembali Normal Usai 4 Hari Terisolir Akibat Bencana Longsor
“Sebagai contoh saja pada saat menjelang perayaan-perayaan yang lain seperti saat menjelang idul fitri maupun idul adha, harga bapok di Tulungagung juga mengalami peningkatan. Mungkin saat ini situasinya juga sama dengan perayaan-perayaan yang lain,” pungkasnya.



















