Jelang Puncak Libur Nataru, Tiga Titik Jalan di Tulungagung Rawan Padat, Polisi Bakal Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di JLS

Jelang Puncak Libur Nataru, Tiga Titik Jalan di Tulungagung Rawan Padat, Polisi Bakal Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di JLS
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila saat memberikan pernyataan soal kepadatan lalu lintas jelang puncak libur nataru dan skema rekayasa lalu lintas di JLS. (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang puncak libur natal dan tahun baru (Nataru), Satlantas Polres Tulungagung mulai melakukan sejumlah langkah antisipasi terutama pada kawasan wisata.

Baca Juga :Hati-hati Pelaku Pembacokan Berkeliaran di Nganjuk Sudah Dua Orang Jadi Korban

Diketahui, kawasan jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung akan jadi perhatian petugas Satlantas Polres Tulungagung lantaran diprediksi akan menjadi lokasi lalu lintas terpadat.

Read More

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila mengatakan, menjelang puncak libur nataru, pihaknya sudah menyiapkan berbagai skema untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di Kabupaten Tulungagung. Dimana puncak libur nataru ini nantinya akan terjadi pada Selasa (31/12/2024) mendatang.

Pada saat libur Nataru itu, nantinya ada sejumlah jalur yang diprediksi akan mengalami kepadatan lalu lintas akibat melonjaknya wisatawan maupun pemudik.

Baca Juga :Pulang Mancing, Pelajar Dibacok Orang Tak Dikenal di Depan SMAN Tanjunganom Nganjuk

Tercatat setidaknya ada tiga jalur yang diprediksi padat pada saat itu, mulai daru ruas jalan nasional di Kecamatan Ngantru, Simpang tiga jetaan Kauman dan JLS.

“Kurang lebih ada tiga titik yang kami prediksi mengalami kepadatan lalu lintas pada saat puncak libur nataru dua hari lagi, mulai dari Ngantru, simpang tiga jetaan Kauman dan JLS,” kata AKP Taufik Nabila, Minggu (29/12/2024).

Terkait kawasan wisata, ungkap Taufik, secara spesifik lebih mengarah pada kawasan JLS yang mana dari tahun ke tahun masih menjadi primadona masyarakat dari luar maupun dalam Kabupaten Tulungagung untuk berwisata. Bahkan kemungkinan warga sekitar JLS juga akan menggelar kegiatan tahun baru di JLS.

Baca Juga :LPG Melon Bocor, Rumah Sekaligus Toko Kelontong di Patianrowo Ludes Dilalap Api, Pemilik Rugi Ratusan Juta Rupiah

Hal ini tentunya berpotensi mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas pada kawasan JLS yang terlalu padat, sehingga perlu dilakukan rekayasa lalu lintas pada kawasan JLS.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir penumpukan kendaraan yang terlampau banyak pada kawasan JLS, dimana hal ini cukup membahayakan.

“Kawasan JLS inikan jalurnya naik turun, jadi berbahaya jika kendaraan yang masuk terlalu banyak hingga menyebabkan kemacetan, sehingga harus dilakukan upaya rekayasa lalu lintas. Mengingat aktivitas masyarakat juga akan terfokus pada lokasi itu,” ungkapnya.

Baca Juga :Libur Nataru 2025, Kunjungan Wisata Makam Bung Karno Naik 30 Persen, Sehari Bisa Ribuan Wisatawan

Disinggung soal model rekayasa yang diterapkan, Taufik menyebut, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas berdasarkan kondisi kepadatan kendaraan yang terjadi.

Dalam hal ini, ada dua skema yang akan diterapkan mulai dari penerapan one way maupun buka tutup ruas jalan sesuai kondisi kepadatan arus.

Selain itu, pihaknya sudah menyiapkan pos pelayanan (Pos Yan) dan pos pengamanan (Pos Pam) pada beberapa titik disekitar JLS untuk memberikan informasi dan bantuan bagi masyarakat.

Baca Juga :Puluhan Sopir Bus Pariwisata Ikuti Ramp Chcek dan Tes Urine Demi Keselamatan Wisatawan di Kota Batu

Atas upaya ini, pihaknya berharap agar arus lalu lintas di kawasan wisata JLS Tulungagung berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan.

“Kalau sampai macet disana (JLS), itu bahaya, apalagi bagi kendaraan yang sedang berada di turunan. Kami berharap masyarakat yang datang ke JLS bisa mematuhi aturan yang kami berlakukan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *