Jembatan Perlintasan KA BH 613 Ngadirejo Kediri Diganti

Jembatan Perlintasan KA BH 613 Ngadirejo Kediri Diganti
Pekerja melakukan pengerjaan pergantian jembatan BH 613 Ngadirejo Senin pagi.(bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Setelah terkena terjangan banjir bandang beberapa tahun terakhir sehingga membahayakan perjalanan kereta api, tahun ini Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya DJKA Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan penggantian jembatan Bangunan Hikmat (BH) 613 yang berlokasi di petak antara Stasiun Kras dan Stasiun Ngadiluwih.

Baca Juga :Polisi dan TNI Bantu Warga Terdampak Angin Kencang 

Penggantian jembatan BH 613 ini untuk memperbarui jembatan lama peninggalan era DKA di tahun 1950-an, dengan jembatan yang baru.

Read More

Jembatan lama yang terdiri dari 3 bagian telah digantikan dengan jembatan baru dengan 2 bagian tanpa pilar. Pengerjaan penggantian jembatan BH613 ini berlangsung selama 8 bulan yang dimulai pada bulan Juli 2024.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan mengungkapkan, kondisi awal jembatan BH613 ketika dilakukan inspeksi masuk ke dalam tahap mengkhawatirkan. Pasalnya, sejak terkena banjir beberapa tahun terakhir, pilar jembatan ditemukan adanya anomali yang diakibatkan oleh aliran sungai sehingga pada lokasi ini ditetapkan sebagai daerah rawan dan prioritas untuk dilakukan perbaikan segera.

Baca Juga :Jelang Ramadan, Operasi Keselamatan Semeru Digelar

“Pada tahun-tahun terakhir dilakukan pemasangan penyangga temporer  sebagai langkah penanganan sementara. Tentunya ini berimbas ke perjalanan kereta api yang harus mengurangi kecepatan ketika memasuki wilayah ini,” tambahnya.

Ditambahkan Deni, sampai tahun 2024, lokasi ini termasuk lokasi yang terpetakan sebagai daerah rawan sehingga pada tahun 2024 kami putuskan untuk melakukan penggantian jembatan ini. Panjang jembatan ini 32 meter.

Jembatan KA BH613 yang baru ini memiliki 2 bentang berupa jembatan plat baja yang dibangun lebih besar dari jembatan sebelumnya.

Selain lebih besar, jembatan BH613 yang baru juga dapat dilalui kereta api dengan beban dan kecepatan yang lebih tinggi sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna kereta api.

Baca Juga :Pesantren Jati Diri Bangsa Kediri Berikan Pelatihan Ketahanan Pangan Gratis

Pada saat penggantian, jembatan yang lama digeser untuk digantikan dengan jembatan yang baru dan langsung dapat digunakan kereta api melintas. Walaupun KA kecepatan terbatas, setelah kondisi jembatan dinyatakan layak untuk dioperasikan kecepatan KA kembali normal.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas perjalanan kereta api di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya. Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya melakukan pengerjaan berupa penggantian jembatan ini dengan anggaran Rp 24 miliar rupiah yang bersumber dari SBSN.

Harapannya selain akan meningkatkan keselamatan perjalanan KA, juga sebagai upaya preventif karena termasuk pengerjaan hidromekanika untuk normalisasi aliran sungai, sehingga ketika debit air sungai tinggi tak lagi menggenangi rumah warga yang berada di sekitar PG Ngadirejo dan jalur KA.

Baca Juga :Normalisasi Sungai Jurang Gunting Pranggang Plosoklaten Cegah Banjir

Dalam pengerjaan ini, BTP Surabaya memperbarui lintasan ini dengan standar yang sama dengan jalur-jalur lainnya yang telah dibangun, seperti jalur ganda Surabaya-Jakarta dan jalur di kota-kota besar lainnya.

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya (BTP Surabaya) adalah unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang bertugas melaksanakan peningkatan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan, pemanfaatan prasarana perkeretaapian dan pengawasan penyelenggaraan sarana, dan keselamatan perkeretaapian. Termasuk melaksanakan program pengembangan perkeretaapian di wilayah Jawa Timur dan wilayah Indonesia Bagian Timur lainnya.

Alfaviega Septian Pravangasta Humas Balai Tehnik Perkeretaapian Surabaya DKJA Kemenhub menambahkan pergantian jembatan ini untuk kelancaran perjalanan kereta api. Terlebih menjelang lebaran tentu jalur kereta api perlu diperhatikan dan pergantian jembatan untuk keselamatan kereta api.

Baca Juga :Pengendara Wajib Tahu, Polres Ponorogo Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025, Prioritaskan Pelanggaran ini

“Pembangunan dimulai sejak Juli 2024 dan selesai Pebruari 2025 ini dengan jumlah pekerja 200 orang. Selain  didisain untuk kecepatan maksimal 120 kilometer per jam, pergantian jembatan upaya pengurangan risiko kecelakaan kereta dan keselamatan penumpang,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *