Jenazah Pekerja Magang Asal Ponorogo Dipulangkan dari Jepang, Hak Asuransi Masih Diproses

Jenazah Pekerja Magang Asal Ponorogo Dipulangkan dari Jepang, Hak Asuransi Masih Diproses
Kabid Pemberdayaan TKI dan Transmigrasi Disnaker Ponorogo Muhrodi

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Keinginan keluarga untuk memulangkan jenazah Sakti Ramadhani Saputro, pemuda 20 tahun asal Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Prefektur Fukuoka, Jepang, akhirnya terkabul.

Jenazah Sakti dijadwalkan tiba di Indonesia pada Rabu (23/7/2025). Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan TKI dan Transmigrasi Disnaker Ponorogo, Muhrodi, jenazah akan transit terlebih dahulu di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebelum diberangkatkan ke Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, keesokan harinya.

“Pemulasaraan jenazah dilakukan di Yogyakarta, kemungkinan malam harinya sudah tiba di Ponorogo,” ungkap Muhrodi, Selasa (22/7/2025).

Read More

Baca Juga :Dusun Kuliner Kota Batu, Wisata Rasa di Negeri Dongeng

Ia menjelaskan, dalam kecelakaan kerja yang menewaskan dua orang termasuk Sakti, pihak perusahaan di Jepang menyatakan bertanggung jawab penuh. Sementara itu, lembaga penyalur kerja (LPK) tengah memproses pencairan asuransi untuk ahli waris korban.

“Prosesnya masih berjalan. Kami terus mengawal agar hak-hak korban dapat terpenuhi,” tegasnya.

Sakti diketahui berangkat ke Jepang dengan status pekerja magang menggunakan visa Technical Intern Training (TIT), sehingga tidak termasuk dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan seperti pekerja migran reguler.

“Karena statusnya magang TIT, sistem perlindungannya berbeda. Kami tetap menjalin komunikasi dengan pihak LPK dan perusahaan di Jepang, termasuk terkait pemulangan jenazah,” imbuhnya.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti runtuhnya bangunan tempat korban bekerja belum diketahui secara resmi. Namun, dari informasi awal, diduga ledakan pipa menjadi pemicu utama robohnya bangunan tua tersebut.

Baca Juga :Even Tahunan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Kediri Aquatic dan Kontes Ageng-agengan Lele

“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemkab berupaya memberikan pendampingan maksimal bagi keluarga korban,” pungkas Muhrodi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *