Jombang, SEJAHTERA.CO – Bupati Jombang, H. Warsubi, menerima kunjungan resmi dari Bupati Bengkulu Selatan, Rifai, beserta jajaran pada Sabtu (12/7/2025).
Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama pengembangan sektor agribisnis antara kedua wilayah.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Bupati Jombang, di Desa Mojokrapak, membahas potensi sinergi di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Warsubi menekankan posisi strategis Jombang sebagai daerah agraris dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
Baca Juga :Ada Pengurus KMP di Kota Blitar Enggan untuk Lengkapi Berkas NPWP
“Letak Jombang di jalur tol memberi keunggulan logistik. Potensi desa tematik, pertanian, dan peternakan kami terbuka untuk dikembangkan bersama,” ujar Warsubi, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (13/7).
Sektor peternakan dan perikanan di Jombang dinilai tumbuh signifikan, terutama sejak diterapkannya model pemberdayaan desa berbasis klaster produksi.
Salah satu contohnya adalah peternakan terpadu dan rumah potong ayam yang dikelola dengan pendekatan korporatisasi petani.
Selama kunjungan, rombongan Bupati Bengkulu Selatan juga meninjau langsung fasilitas peternakan terpadu milik pribadi Bupati Jombang.
Baca Juga :Ada Pengurus KMP di Kota Blitar Enggan untuk Lengkapi Berkas NPWP
Mereka juga mencatat praktik-praktik pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas unggulan yang diterapkan di sejumlah desa.
“Kami membuka ruang komunikasi lanjutan. Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada studi banding, tetapi berkembang menjadi kolaborasi bisnis dan peningkatan kapasitas antarwilayah,” tandas Warsubi.
Sementara, Bupati Bengkulu Selatan Rifai menyatakan ketertarikannya terhadap pola pengelolaan yang diterapkan di Jombang, khususnya dalam menciptakan ekosistem agribisnis yang terintegrasi.
“PAD Jombang mencapai Rp700 miliar. Ini menunjukkan efektivitas tata kelola dan inovasi pembangunan daerah. Kami ingin pelajari lebih dalam dan siapkan kerja sama teknis,” kata Rifai.
Rifai juga menyampaikan rencana menindaklanjuti kunjungan tersebut dengan mengirim tim teknis dari sektor pertanian dan perdagangan, untuk melihat peluang alih pengetahuan dan model kolaborasi lintas daerah.



















