Jumlah Kasus Ternak Terpapar PMK di Kabupaten Kediri Capai 1116 Ekor

Jumlah Kasus Ternak Terpapar PMK di Kabupaten Kediri Capai 1116 Ekor
Petugas DKPP Kabupaten Kediri semprotkan disinfektan ke sapi untuk cegah PMK. (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Di minggu kedua bulan Februari 2025, penyebaran ternak kuku belah yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kediri semakin bertambah.

Tercatat ada 1116 sapi dengan rincian sapi sakit 846, sapi mati 42 ekor, sapi sembuh 228 ekor, akibat PMK. Terkait hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten meminta peternak tetap waspada.

Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih melalui drh. Yuni Ashmawati Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP Kabupaten Kediri mengatakan, pencegahan PMK berkelanjutan di setiap warga yang miliki ternak kuku belah utamanya sapi.

Read More

Baca Juga :Normalisasi Sungai Jurang Gunting Pranggang Plosoklaten Cegah Banjir

“Petugas keswan DKPP Kabupaten Kediri memaksimalkan pemeriksaan hewan ternak dari rumah ke rumah atau ke ternak sapi yang masuk ke pasar hewan. Sebelum masuk harus diperiksa lengkap apakah tergejala PMK atau tidak. Jika tergejala tentu dilarang masuk,” katanya, Senin (10/2/2025).

Yuni menambahkan, selain periksa kesehatan hewan, petugas melakukan penyemprotan rutin ke sapi yang diangkut truk masuk ke pasar hewan. Ini upaya total agar sapi yang sehat tidak tertular PMK dari ternak lainya. Kesehatan ternak harus dijaga dan jangan abai jika sapi tergejala PMK.

Baca Juga :Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2025 ini 10 Sasaran Penindakan Pelanggar Lalu Lintas

“Saat ini DKPP berusaha menekan laju pertambahan ternak terpapar pmk. Karenanya kerja sama antara peternak, pedagang ternak dengan petugas keswan DKPP sangat diperlukan untuk kebaikan bersama,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *