Pesantren Jati Diri Bangsa Kediri Berikan Pelatihan Ketahanan Pangan Gratis

Pesantren Jati Diri Bangsa Kediri Berikan Pelatihan Ketahanan Pangan Gratis
Peserta pelatihan ketahanan pangan di Situs Persada Soekarno Desa Pojok Kecamatan Wates. (istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 600 orang dari berbagai daerah di Indonesia, minggu ini mengikuti program pelatihan ketahanan pangan secara gratis di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Dusun Krapak Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri.

Pelatihan Program Ketahanan Pangan meliputi edukasi menanam sayuran, berternak ayam dan perikanan. Berspirit kesadaran bernegara Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara memberikan pelatihan ketahanan pangan secara gratis.

Kus Hardono Ketua Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara mengatakan, Program Pelatihan Ketahanan Pangan merupakan wujud kesadaran berbangsa dan bernegara.

Read More

Baca Juga :Jumlah Kasus Ternak Terpapar PMK di Kabupaten Kediri Capai 1116 Ekor

“Sejak awal kami sampaikan bahwa tujuan pokok berdirinya pesantren kebangsaan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan kesadaran bernegara. Dan kesadaran ini harus ada wujudnya dan menurut kami hal ini bisa dilihat dari kepedulian kita terhadap bangsa dan negara,” katanya, Senin (10/2/2015).

Ditambahkan, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program ketahanan pangan namun menurutnya hal ini belum disambut baik oleh masyakarat luas bahkan program ini seperti terlihat agak lesu.

“Mengapa lesu dan tidak bergairah mungkin karena masih nimim anggaran, atau belum ada anggaran yang mengucur. Disinilah kesadaran kita diuji, maukah kita menjalankan Program Ketahanan Pangan tanpa ada bantuan anggaran pemerintah, kalau ini bisa berjalan dengan gotong royong berarti ini diantara tanda tumbuhnya kesadaran berbangsa dan kesadaran bernegara,” ujarnya

Baca Juga :DPRD Ponorogo Gelar Paripurna Penetapan Bupati Terpilih dan Usulkan Pelantikan ke Kemendagri

“Sudah hampir 6 bulan kami yang ditugasi khusus menjalankan program ketahanan pangan dengan menamam beragam sayuran organik, ternak ikan dan ayam,” aku Ahmad Winarto salah satu santri.

Secara umum warga dari berbagai daerah telah mengikuti Program Pelatihan Ketahanan Pangan untuk menambah keahlian dan wawasan pertanian.

“Alhamdulillah kami senang dan puas mengukuti pelatihan ini. Ini sudah gelombang yang kelima dengan jumlah peserta sekitar 140 orang, kalau dijumlah semuanya dari gelombang satu, dua samlai lima mungkin sudah 600 orang lebih,” kata Jatmikowati peserta dari JKPHS Sidoarjo.

Baca Juga :Polres Batu Bakal Tindak 10 Pelanggaran dalam Operasi Keselamatan Semeru 2025, ini Sasarannya

Kus Hartono Ketua Bidang Pendidikan Pesantren Jati Diri Bangsa menjelaskan betapa pentingnya kesadaran bernegara. Perlu disadari bahwa proses berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini melalui perjuangan yang sangat panjang 350 tahun dengan cucuran darah dan air mata.

“Kalau kita sadar dengan hal ini maka kita akan mengerti bahwa tidak gampang menbentuk negara itu. Maka negara ini adalah nikmat Alloh yang Agung yang harus kita jaga, kita syukuri, jangan malah dikotori dan para pejabat pemerintah harus memberikan contoh yang baik,” ujar Kushartono.

“Jangan semua menunggu angaran, harus rela berkorban seperti mensukseskan Program Ketahanan Pangan ini cermin sadar bernegara,” sambungnya.

Baca Juga :SNPMB Akhirnya Diperpanjang, ini Keterangan Kepala Sekolah SMKN 3 Blitar

Kus menambahkan tanpa ada kesadaran bernegera, Kus yakin Indonesia tidak akan pernah bisa maju. Jadi boleh dikata Pesantren Jati Diri Bangsa ini hadir untuk membantu negara, makanya pelatihan Program Ketahanan Pangan ini gratis

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *