Madiun, SEJAHTERA.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun tengah melakukan perbaikan besar-besaran di 98 titik perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai wilayah kerjanya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan keselamatan operasional dan kenyamanan perjalanan kereta api.
Baca Juga :Napiter NII di Lapas Tulungagung Bebas Bersyarat Usai Deradikalisasi dan Ikrar Setia NKRI
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyampaikan bahwa perlintasan sebidang merupakan titik interaksi langsung antara perjalanan kereta api dan masyarakat yang dinilai cukup rawan. Karena itu, perawatan dan perbaikan geometri jalur dilakukan secara rutin oleh tim jalan rel dan jembatan untuk menjaga stabilitas lintas.
“Perlintasan sebidang memerlukan perhatian khusus. Perbaikan geometri ini penting untuk meminimalkan risiko gangguan dan menjaga keselamatan operasional,” ujar Rokhmad, di Madiun, Jumat (18/7/2025).
Perbaikan ini dimulai sejak Juni 2025 dan ditargetkan rampung pada November 2025, menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026. Adapun titik-titik yang menjadi sasaran tersebar di Kabupaten Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Kediri, Tulungagung, dan Blitar, serta Kota Madiun, Kediri, dan Blitar.
Rokhmad juga mengingatkan bahwa kegiatan perbaikan bisa berdampak sementara terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi perlintasan. Karena itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan adalah prioritas kami. Kami mohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses ini,” pungkasnya.



















