Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Keluarga korban meninggal dalam insiden tawuran antar kelompok pesilat di Taiwan meminta jenazah pemuda itu segera dipulangkan dan dimakamkan di tanah air.
Permintaan itu disampaikan perwakilan keluarga korban, Khoirul Anam yang merupakan adik dari Jainal Fanani seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Trenggalek yang meninggal dalam insiden tersebut.
“Harapan kami semoga proses pemulangan jenazah dilakukan secepatnya dan lancar,” kata Khoirul Anam di rumah Duka Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, Rabu (6/9).
Selain pemulangan jenazah kakaknya, dia juga berharap pelaku yang terlibat insiden itu untuk diproses hukum seberat-beratnya. Sebab kematian korban merupakan ‘pukulan berat’ bagi keluarga. Terlebih dalam waktu dekat, Jainal Fanani dikabarkan akan pulang ke kampung halaman.
“Harapan kami, pelaku dihukum setimpal dan seberat-beratnya,” imbuhnya.
Jainal Fanani, kata Khoirul, berangkat ke Taiwan pada 2015 lalu. Selang empat tahun kemudian, 2019, dia disusul oleh kembarannya. Dari informasi yang berkembang, saudara kembar Jainal Fanani itu juga mengalami luka dalam insiden tersebut. Namun hal itu dibantah oleh pihak keluarga.
“Yang (kembarannya) kondisinya baik-baik saja, tidak masuk rumah sakit (seperti kabar yang berkembang). Untuk yang Jainal rencana setahun lagi pulang, kalau untuk kembarannya tidak tahu kapan rencana pulangnya,” ujarnya.
Dia menyebut mendapatkan kabar duka itu pada Sabtu (2/9). Setelah itu dia menginformasikan kabar duka itu kepada pihak keluarga.
Sejauh ini belum seluruh pihak keluarga besar Jainal Fanani mengetahui insiden ‘berdarah’ di Taiwan itu. Pihaknya juga masih menunggu informasi resmi tentang peristiwa yang beredar luas di jagat maya tersebut.
“Dapat kabar malam Minggu sekitar pukul 23.00 WIB, terus ngomong ke keluarga Minggu pagi. Keluarga sudah tahu, namun hanya beberapa saja yang tahu penyebabnya,” pungkasnya.
Melansir laporan Taiwan News, Sabtu (2/9), tawuran antar kelompok pesilat yang melibatkan PMI terjadi di luar stasiun kereta api Taiwan Barat, tepatnya di Kota Changhua.Dalam bentrokan kelompok pesilat PMI itu mengakibatkan satu kematian, satu orang cedera serius dan 29 orang ditangkap. Dalam laporan itu sebanyak 15 orang ditetapkan jadi tersangka. Polisi juga menemukan adanya sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan untuk tawuran.
Lima belas tersangka telah dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Changhua untuk diselidiki atas tuduhan pembunuhan, penyerangan dan berpartisipasi dalam perkelahian yang mematikan. Pihak berwenang akan menginformasikan kepada broker dan perusahaan mengenai pekerja migran yang terlibat untuk memperkuat praktik manajemen mereka.
Mereka juga akan memberitahu kantor perwakilan Indonesia di Taiwan untuk membantu keluarga korban dalam mengurus pemakaman.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















