Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian khusus. Pasalnya selain menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistem juga mengancam keselamatan warga.
Tercatat sudah ada lebih dari 17 peristiwa karhutla sepanjang bulan Juli hingga akhir Agustus, dengan kerugian lahan mencapai belasan hektare. Mayoritas yang terbakar berada di kawasan perbukitan dan pegunungan.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan pihaknya merasa prihatin dengan peristiwa kebakaran hutan yang kerap terjadi. Menurutnya penyebab kebakaran hutan tersebut karena faktor kesengajaan yang dilakukan oleh masyarakat.
“Saya kadang cek lapangan, tanya ke Pak Polisi, kadang-kadang ada kesengajaan, maka kita harus perangi itu,” ungkap Sugiri Sancoko, kepada wartawan, Rabu (6/9).
Kang Giri, sapaan Bupati Ponorogo menyangsikan jika kebakaran hutan tersebut terjadi karena gesekan kayu atau ranting pohon. Hal tersebut tidak mungkin terjadi. Salah satu alasan pembakaran lahan tersebut karena keinginan warga untuk membuka lahan baru.
“Pasti itu kesengajaan (dibakar.red) untuk buka lahan baru,” jelas bupati.
Kang Giri pesimis kebakaran hutan di Ponorogo bisa teratasi jika masyarakatnya tetap melakukan pembakaran hutan. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan karena hal tersebut merugikan banyak orang.
“Kalau gak ada kesadaran, susah. Kami mencoba untuk kesadarannya melalui panjenengan semuanya. Kita pikir bersama-sama itu sangat jahat,” pungkasnya. (son)



















