Keren, Benih Jagung Unggulan Asal Polres Blitar Ditanam di Sejumlah Ponpes di Jatim

Keren, Benih Jagung Unggulan Asal Polres Blitar Ditanam di Sejumlah Ponpes di Jatim
Kaprimkoppol Polres Blitar Kompol Wirna Maria saat memaparkan benih jagung Bhayangkara asal Polres Blitar ke Itwarsum Polri di Jombang. (istimewa)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Gaung benih varietas jagung milik Polres Blitar yang memiliki keunggulan terus disuarakan. Terbaru benih merek Bhayangkara ini ditanam di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur.

Menurut Kaprimkoppol Polres Blitar Kompol Wirna Maria SH., variates jagung yang ditanam adalah TKS 234 merek Bhayangkara. Varietas ini merupakan merek jagung yang dimiliki oleh Polres Blitar.

Ini dikelola oleh Primkoppol Polres Blitar dan CV Lang Buana sebagai KSO Primkoppol Polres Blitar. Benih Jagung Bhayangkara keunggulannya toleran terhadap penyakit bulai dan hawa daun.

Read More

Baca Juga :Budayawan Sujiwo Tejo Dukung Acara Ruwatan untuk Negeri di Situs Persada Sukarno

“Selain itu rendemen tinggi, tahan rebah akar dan batang dan adaptasi dilahan hujan dan irigasi,” katanya, Jumat (8/8/2025).

Ya, guna mendukung program nasional Asta Cita menekankan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berbasis komunitas, kegiatan penanaman jagung serentak dilakukan di berbagai lahan pesantren se-Jawa Timur.

Penanaman jagung ini tak hanya sebagai simbol ketahanan pangan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.

Beberapa pondok pesantren yang menanam jagung unggulan asal Blitar di antara di lahan milik Ponpes Tebuireng, Jombang. Penanaman di Jombang sendiri disaksikan Itwasum Polri langsung.

Ada pula di di sejumlah ponpes di Kabupaten Blitar. “Selain Tebuireng dan Ahharul Ulum, terdapat banyak juga pondok pondok lainya yang juga memesan benih jagung Bhayangkara,” katanya.

Baca Juga :Sambut HUT ke-80 RI, Tiga Pilar Kecamatan Semen Gelar Senam Sehat dan Lomba Meriah

Selain penanaman, para santri juga terlibat dalam edukasi pertanian dan pembinaan wirausaha.

Diharapkan dari kegiatan ini, lahir kemandirian pangan sekaligus penguatan karakter produktif di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam menjalankan nilai-nilai Asta Cita, khususnya dalam mendorong kedaulatan pangan dan kesejahteraan berbasis lokal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *