Klenteng Boo Hway Bio Jombang, Gelar Sembahyang Rebutan, Tradisi Penting dalam Budaya Tionghoa

Klenteng Boo Hway Bio Jombang, Gelar Sembahyang Rebutan, Tradisi Penting dalam Budaya Tionghoa
Suasana tradisi Sembahyang Rebutan di Klenteng Boo Hway Bio, Mojoagung. (agung/sejahtera.co)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Warga keturunan Tionghoa di Jombang, menggelar tradisi tahunan yang dikenal sebagai Sembahyang Rebutan atau Ulambana pada Senin (19/8)  pagi.

Baca Juga : Lestarikan Adat dan Budaya, TNBTS: Tiga Spot Wisata Bromo Ganti Nama

Acara ini diadakan di Klenteng Boo Hway Bio, Mojoagung, dan menarik perhatian ratusan warga yang berbondong-bondong datang untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Read More

Sejak pagi hari, suasana di sekitar klenteng sudah tampak meriah. Warga mulai memadati area sekitar pintu gerbang klenteng, menunggu dibukanya akses untuk mendapatkan sembako yang telah disiapkan.

Baca Juga : Ritual Rayakan Kemerdekaan RI, Ratusan Warga Keluarahan Tonatan Gelar Laku Bisu

Ketika pintu gerbang akhirnya dibuka, ratusan warga, mulai dari remaja hingga orang dewasa, terlihat berdesakan untuk bisa berada di barisan terdepan.

Rangkaian acara dimulai dengan ritual sembahyang yang dipimpin oleh seorang biksu (banthe), yang diadakan di depan panggung utama yang dipenuhi dengan sesajian bahan pangan dan aneka buah-buahan.

Setelah ritual utama selesai, dilanjutkan dengan pembakaran persembahan di halaman klenteng, sebagai simbol penghormatan terakhir bagi arwah leluhur.

Baca Juga :Sebanyak 269 WB Lapa Kelas II B Blitar Dapat Remisi, Lima Langsung Bebas 

Reza Liem, Ketua Klenteng Boo Hway Bio Mojoagung, menjelaskan, Sembahyang Rebutan merupakan tradisi penting dalam budaya Tionghoa, terutama di pertengahan bulan tujuh pada kalender Imlek.

Ritual ini diadakan untuk menghormati dan mengantarkan arwah leluhur menuju keabadian, sekaligus menjadi momen untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.

“Kita mengadakan Sembahyang Rebutan atau Ulambana, sembahyang arwah, seperti itu intinya,” kata Reza.

Baca Juga : Mantan Bupati Batal Bebas, Ini Kata Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung

Selain sembahyang, lanjut Reza, juga ada kegiatan pembagian sembako kepada warga sekitar.

“Ada sekitar 550 paket yang kami sediakan hari ini, isinya ada nasi goreng, kue, dan terutama ada berasnya. Kita lihat juga ya, tahun ini harga beras terus naik, jadi semoga ini bisa sedikit membantu perekonomian warga, meskipun tidak seberapa,” bebernya.

Salah satu warga yang menerima bantuan, Fatimatus Zahra, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembagian sembako ini.

Baca Juga : ULP PLN Tulungagung Temukan Puluhan Kasus Layang-layang Tersangkut Jaringan Listrik

“Tadi ngantrinya cukup lama, sekitar satu jam lebih, sempat dorong-dorongan juga,” ujarnya.

Namun demikian ia merasa senang mendapat bantuan tersebut. Terlebih saat ini harga beras cukup mahal.  “Dapat beras 3 kilo ini sangat membantu, semoga kedepan bisa dapat lagi,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *