Lestarikan Adat dan Budaya, TNBTS: Tiga Spot Wisata Bromo Ganti Nama

Lestarikan Adat dan Budaya, TNBTS: Tiga Spot Wisata Bromo Ganti Nama
Balai Besar TNBTS Resmi Ubah Nama Sejumlah Lokasi di Gunung Bromo.(Arief/sejahtera.co)

Malang, SEJAHTERA.CO – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi mengubah nama sejumlah lokasi wisata yang berada di sekitar kawasan Gunung Bromo.

Baca Juga  : Ritual Rayakan Kemerdekaan RI, Ratusan Warga Keluarahan Tonatan Gelar Laku Bisu

Kebijakan ini diterapkan berdasarkan kesepakatan antara Balai Besar TNBTS dengan Romo Dukun Tengger dan tokoh masyarakat Tengger.

Read More

“Kami telah bersepakat mengembalikan penamaan spot atau lokasi wisata di kawasan TNBTS yang sesuai dengan nama lokal sebagai wujud pelestarian adat dan budaya Tengger,” kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani,Senin (19/8).

Baca Juga  : Sebanyak 269 WB Lapa Kelas II B Blitar Dapat Remisi, Lima Langsung Bebas 

Ada tiga lokasi wisata yang namanya dikembalikan ke nama local, yaitu Bukit Teletubbies menjadi Lembah Watangan, Bukit Cinta menjadi Lemah Pasar dan Bukit Kingkong menjadi Bukit Kedaluh.

Balai Besar TNBTS juga mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah, masyarakat Tengger, media, pelaku jasa wisata dan wisatawan untuk turut menggunakan dan mempublikasikan nama lokal tersebut.

Baca Juga  : Mantan Bupati Batal Bebas, Ini Kata Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung

Berikut penjelasan nama lokasi wisata di kawasan TNBTS yang baru:

1. Lembah Watangan
Berdasarkan sejarah merupakan dataran rendah yang pada seribu tahun yang lalu ditumbuhi pepohonan vegetasi asli Tengger, pohon-pohon tersebut sangat terjaga sampai akhirnya roboh dengan sendirinya, banyaknya pohon (watang) yang roboh di lokasi tersebut maka dinamakan Lembah Watangan.

2. Lemah Pasar
Lemah Pasar yang nama aslinya adalah Pasar Agung yang merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan upacara.

Baca Juga  :Bus Oleng dan Terguling di Tol Jombang – Mojokerto, Kenek Asal Nganjuk Tewas

3. Bukit Kedaluh
Kedaluh berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Kada dan Luh. Kada artinya merindukan dan Luh artinya pemberi hujan/Dewa Indra. Oleh karena itu Kadaluh artinya merindukan pemberi hujan/Dewa Indra, berharap kesuburan untuk wilayah Tengger dan di Tengger kata Kadaluh dikenal dengan nama Kedaluh sampai saat ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *