KNPI dan Polres Jombang Bersinergi Lawan Kenakalan Remaja

KNPI dan Polres Jombang Bersinergi Lawan Kenakalan Remaja
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan bersama jajaran pengurus Ketua DPD KNPI Jombang, Rohmadi saat menggelar audensi di ruangan tamu Mapolres Jombang. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Jombang mengambil langkah strategis dengan menggelar audiensi bersama Polres Jombang, Selasa (21/7/2026) kemarin.

Pertemuan yang berlangsung di Markas Polres Jombang dan dihadiri langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan bersama jajaran pengurus KNPI Jombang tersebut, difokuskan pada upaya memperkuat sinergi dalam menekan angka kenakalan remaja yang kian kompleks dan beragam bentuknya.

Dalam audiensi tersebut, Ketua DPD KNPI Jombang, Rohmadi, menegaskan bahwa pemuda adalah aset strategis bangsa yang memiliki peran penting sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan.

Read More

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak lagi sekadar tawuran atau balap liar, melainkan telah merambah pada persoalan yang lebih serius.

Menurut Rohmadi, berbagai masalah baru seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, perundungan (bullying), kekerasan, penyalahgunaan media sosial, hingga menurunnya kepedulian sosial menjadi ancaman nyata yang memerlukan penanganan bersama.

Baca Juga :Sebanyak 56 Warga Binaan Rutan Ponorogo Ikut Sekolah Kesetaraan, Jalani MPLS di Balik Jeruji

“Membangun keamanan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi pembinaan karakter, penguatan kepemimpinan, dan pemberdayaan pemuda,” ujar Rohmadi dalam pers rilisnya, Selasa (22/7/2026).

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Pemuda yang diberi ruang untuk belajar, berkarya, dan mengabdi akan menjadi pelopor keamanan, bukan pelaku kenakalan,” sambungnya.

Ia juga memaparkan sejumlah faktor yang dinilai menjadi penyebab meningkatnya kenakalan remaja, mulai dari lemahnya pengawasan keluarga.

Pengaruh lingkungan pergaulan negatif, dampak buruk media sosial, rendahnya literasi hukum, hingga minimnya ruang aktivitas positif bagi generasi muda.

Baca Juga :Karhutla Dominasi, Damkar Ponorogo Tangani 18 Kebakaran Selama Juli 2026

“Sebagai organisasi kepemudaan yang menaungi berbagai elemen pemuda, KNPI Jombang berkomitmen mengambil peran sebagai edukator, penggerak, sekaligus mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum,” imbuhnya.

Berbagai program edukasi dan pemberdayaan akan terus diperkuat, seperti kampanye bahaya narkoba, gerakan anti-bullying, literasi digital, pengembangan olahraga, seni budaya, kewirausahaan muda, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Untuk memperkuat langkah tersebut, KNPI Jombang mengusulkan sejumlah program kolaboratif bersama Polres Jombang, di antaranya program KNPI Go to School yang akan disinergikan dengan Police Goes to School untuk memberikan edukasi hukum, pencegahan narkoba, serta kampanye anti-perundungan di sekolah-sekolah.

“KNPI juga menawarkan program KNPI Go to Pesantren, KNPI Sports Month, pelatihan kepemimpinan pemuda, hingga program sosial KNPI Peduli Sesama yang menyasar masyarakat hingga tingkat desa,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan oleh KNPI Jombang.

Baca Juga :Merasa Martabat Profesi Diciderai, PWI Malang Raya Laporkan Hotman Paris ke Polresta Malang Kota

Menurutnya, upaya pencegahan kenakalan remaja memang tidak bisa dilakukan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif KNPI Jombang yang memiliki kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda. Polres Jombang siap bersinergi dan berkolaborasi dalam berbagai program pembinaan pemuda, baik di sekolah, pesantren, maupun di lingkungan masyarakat,” tegas AKBP Ardi Kurniawan.

Ia menilai bahwa pendekatan preventif melalui edukasi dan pembinaan jauh lebih efektif untuk membangun karakter generasi muda dibandingkan hanya mengedepankan penindakan hukum.

Menurutnya, pemuda harus diberikan ruang yang luas untuk berkreasi, berorganisasi, dan mengembangkan potensi positif agar terhindar dari berbagai perilaku menyimpang.

Baca Juga :BNNK Jombang Masih Menunggu Realisasi, BNNP Jatim Sebut Satgas P4GN Dibentuk untuk Antisipasi Kekosongan Lembaga

“Prinsip kami jelas, mencegah lebih baik daripada menindak. Karena itu kami siap mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan membangun karakter, meningkatkan kesadaran hukum, serta menciptakan generasi muda yang produktif, kreatif, dan berintegritas,” jelasnya.

Melalui sinergi yang terjalin, KNPI dan Polres Jombang berharap angka kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum yang melibatkan anak muda dapat ditekan secara signifikan.

“Semoga dengan kolaborasi ini mampu membuka lebih banyak ruang kreativitas dan produktivitas bagi generasi muda sehingga mereka dapat menjadi motor penggerak pembangunan di Kabupaten Jombang,” harapnya.

Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan generasi muda Jombang yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat bahwa mencegah lebih baik daripada menindak. “Dan membina lebih mulia daripada menghukum,” pungkas kapolres.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *