Konvoi Silat Ricuh di Jombang, Polisi Kejar Puluhan Terduga Pelaku

Konvoi Silat Ricuh di Jombang, Polisi Kejar Puluhan Terduga Pelaku
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander. (dok.memo)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Polisi memburu lebih dari 30 terduga pelaku bentrokan yang dipicu konvoi kelompok silat di sejumlah titik di Kabupaten Jombang.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan kericuhan bermula dari kegiatan halal bihalal salah satu kelompok silat di Kecamatan Kabuh.

Usai acara, muncul konvoi menuju pusat kota yang kemudian memicu bentrokan dengan kelompok lain.

Read More

“Para penggembira ini mengibarkan atributnya masing-masing. Sehingga, dari peristiwa tersebut menimbulkan beberapa peristiwa lainnya antara lain bentrok dengan perguruan silat lain,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Bentrokan terjadi di dua lokasi, yakni Mojosongo dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, dengan korban dari kedua pihak.

Baca Juga :Wakil Bupati Lepas Jamaah Haji Asal Kabupaten Kediri

Polisi telah mengamankan sejumlah orang dan mengidentifikasi puluhan lainnya dari rekaman video.

“Beberapa orang sudah kami amankan beserta kendaraan dan atribut yang digunakan. Sisanya akan kami jemput satu per satu untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

Selain itu, polisi juga akan menilang seluruh kendaraan yang terlibat konvoi.

“Kemudian juga atas arahan Bapak Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, bahwa seluruh kendaraan akan dilakukan penilangan karena mengganggu ketertiban lalu lintas dan juga beberapa kendaraan tidak dilengkapi dengan perlengkapan,” katanya.

Dimas menegaskan, semua pihak harus menjaga ketertiban dan tidak menjadikan kelompok silat sebagai ajang unjuk kekuatan.

“Pada intinya kita tidak anti perguruan silat. Namun, semua pihak harus bersama-sama menjaga ketertiban. Perguruan seharusnya menjadi wadah pembinaan, bukan ajang unjuk kekuatan yang meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :BPBD Catat 137 Bencana di Ponorogo Sejak Januari 2026, Longsor Dominasi

“Perguruan bukan untuk unjuk aksi kehebatan, jadi kita sama-sama menjaga ketertiban umum, ketertiban masyarakat, tentunya, siapapun yang menggangu ketertiban di masyarakat akan kita tindak tegas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Jombang, AKP Arip, menyebut sebagian peserta konvoi berasal dari luar daerah seperti Kediri dan Nganjuk.

“Tidak ditemukan senjata tajam saat pemeriksaan. Kasusnya sudah kami serahkan ke Satreskrim untuk penanganan lebih lanjut,” bebernya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *