Jombang, SEJAHTERA.CO – Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri kembali menjadi sorotan. Meski memiliki citra religius, Jombang mencatatkan ironi dengan menjadi wilayah nomor dua di Jawa Timur dalam jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga :7 Tempat Oleh-oleh Khas Kota Wisata Batu, ini Rekomendasinya
Data dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Jombang mencatat hingga November 2024 terdapat 222 kasus kekerasan. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 133 kasus.
Berdasarkan data dari Simfoni PPA Jawa Timur, Jombang berada di peringkat kedua dengan 198 kasus sepanjang tahun ini.
“Benar, terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya. Data kami masih sampai November 2024, sehingga jumlahnya kemungkinan bertambah,” ujar Kepala UPTD PPA Jombang, M. Musyafik, Jumat (27/12/2024).
Baca Juga :BPBD Ponorogo Akui Kesulitan Bersihkan Dapuran Bambu Pascabanjir, ini Alasannya
Musyafik juga mengungkapkan bahwa kekerasan seksual mendominasi laporan yang masuk. Di antaranya terdapat 33 kasus persetubuhan yang melibatkan perempuan dan anak.
“Kasus anak paling tinggi adalah pengeroyokan sebanyak 32 kasus, diikuti persetubuhan sebanyak 22 kasus. Sedangkan pada perempuan, ada 82 kasus kekerasan, di mana KDRT mencapai 30 kasus dan penelantaran 22 kasus,” jelasnya.
Sementara itu, Women Crisis Center (WCC) Jombang juga menyoroti lima kasus kekerasan yang hingga kini belum tuntas pada 2024. Salah satunya adalah dugaan pencabulan yang melibatkan seorang kepala sekolah di Mojowarno.
Baca Juga :Kecelakaan Tol Pandaan-Malang, Kasat Lantas Polres Malang Panggil Perusahaan Ekspedisi Truk
“Kasus ini masih membutuhkan pengawalan ketat untuk memastikan proses hukum berjalan dengan baik,” kata Nina Fatmawati, perwakilan WCC Jombang.
WCC juga terus memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada para korban. “Kami memastikan korban mendapatkan keadilan dan pemulihan setelah kasus yang mereka alami,” pungkas Nina.
Baca Juga :Puluhan Sopir Bus Pariwisata Ikuti Ramp Chcek dan Tes Urine Demi Keselamatan Wisatawan di Kota Batu
Meningkatnya angka kekerasan ini menjadi pengingat bahwa meskipun dikenal sebagai kota religius, tantangan perlindungan terhadap perempuan dan anak tetap menjadi tugas besar bagi semua pihak di Kabupaten Jombang.



















