Krisis Sampah Kediri Temui Titik Terang, Aksi Warga Pojok Berakhir Damai

Krisis Sampah Kediri Temui Titik Terang, Aksi Warga Pojok Berakhir Damai
Krisis Sampah Kediri Temui Titik Terang, Aksi Warga Pojok Berakhir Damai

Kediri, SEJAHTERA.CO — Ketegangan akibat aksi warga di depan Kantor UPT TPA akhirnya mencair. Pemerintah Kota Kediri dan masyarakat Kelurahan Pojok sepakat menempuh jalan damai usai mediasi intens yang berlangsung penuh dinamika, Selasa (7/4/2026).

Indun Munawaroh Kepala DLHKP Kota Kediri menyampaikan rasa syukur atas tercapainya kesepakatan bersama. Ia menegaskan, sejak awal Pemkot Kediri tidak pernah memiliki niat menyulitkan masyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat tetap nomor satu. Kesejahteraan warga adalah prioritas utama,” ujarnya dengan nada haru.

Read More

Ia juga mengapresiasi peran tokoh warga, Mas Prio, yang dinilai mampu menjembatani komunikasi antara warga RW 2, 3, dan 5 dengan pemerintah.

“Alhamdulillah, hari ini pelayanan persampahan di Kota Kediri bisa kembali berjalan. Terima kasih kepada seluruh warga atas pengertian dan kedewasaannya,” tambahnya.

Baca Juga :DP3AP2KB Kota Kediri Sosialisasi Pendaftaran Duta Genre 2026

Meski demikian, terkait pencairan anggaran, pihaknya belum dapat memastikan waktu pasti. Ia menjelaskan, proses tersebut masih menunggu hasil kajian yang dijadwalkan rampung pada 25 April 2026.

“Apapun hasilnya nanti akan segera kami komunikasikan kepada perwakilan warga. Kami pastikan komunikasi berjalan intens,” tegasnya.

Sementara itu, Mas Priyo sebagai perwakilan yang warga tampil lugas dan kritis. Ia mengungkapkan, persoalan ini bukan sekadar aksi spontan, melainkan akumulasi dari persoalan tata kelola, khususnya di sektor persampahan dan penganggaran.

“Ini harus dipisahkan antara aspek sosial dan hukum. Kalau soal hukum, biar pengadilan yang menilai. Tapi secara sosial, ini harus selesai dengan hati,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya perencanaan anggaran yang dinilai menjadi akar persoalan. Menurutnya, hal-hal krusial seperti pengelolaan sampah seharusnya dipersiapkan matang, bukan justru menimbulkan kegaduhan di akhir.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Kalau sampai terulang lagi, itu bentuk kegagalan serius dalam tata kelola pemerintahan,” sindirnya tajam.

Baca Juga :Lansia Bejat Cabuli Anak Bawah Umur di Tulungagung Rentang Waktu SD hingga SMA

Meski sempat memanas dan bahkan berpotensi melebar ke ranah hukum hingga nasional, Prio memilih jalur dialog sebagai solusi utama.

“Kita tidak ingin masyarakat dirugikan. Kediri ini milik kita bersama. Semua bisa diselesaikan dengan duduk bersama, tanpa otot-ototan,” imbuhnya.

Sementara itu Camat Mojoroto Abdul Rahman, SH., Msi yang juga hadir turut mengapresiasi sikap warga yang tetap santun selama aksi berlangsung.

Tidak ada benturan fisik selama lima hari aksi, yang justru menjadi cermin kedewasaan masyarakat Kota Kediri.

“Kebersamaan dan kesabaran inilah kekuatan kita. Ini bukti masyarakat Kediri mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang bermartabat,” ungkapnya.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, diharapkan polemik persampahan tidak lagi menjadi konflik berkepanjangan.

Baca Juga :Pedagang Pasar Among Tani Penuhi Panggilan Kejaksaan, Isu Jual Beli Kios Masih Simpang Siur

Pemerintah diminta segera bergerak cepat melakukan verifikasi dan penyelesaian administratif agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Kini, harapan besar tertuju pada realisasi janji dan perbaikan sistem. Warga pun berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa komunikasi dan keterbukaan adalah kunci menjaga stabilitas kota.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *