Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Salah seorang warga Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat yakni Sarji (71) ditemukan meninggal dunia di tepi umum masuk Dusun Jati Banggi, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdadat. Diketahui, korban diduga meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.
Baca Juga :UMK Naik 6,5 Persen Tahun Depan, Ini Kata Kepala Disnakertrans Tulungagung
Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan, awalnya sekitar pukul 04.00 WIB salah seorang warga setempat yang melintasi jalan tersebut mendapati adanya orang tergeletak di tepi jalan. Merasa janggal, saksi kemudian mendekat untuk memastikan kondisi pria lansia tersebut.
Saat itu, diketahui jika korban dalam kondisi tergeletak terlentang menghadap ke arah utara, dimana saat ditemukan oleh saksi, saat itu korban sudah tidak bernafas. Saksi yang merasa jika korban sudah meninggal dunia kemudian segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Campurdarat agar segera ditangani.
Baca Juga :Satwa Kebonrojo Bakal Dipindah ke Eco Park Joko Pangon, Ini Kata Kepala DLH Kota Blitar
“Saksi awalnya lebih dahulu melaporkan kejadian itu ke Kepala Desa Tanggung yang kemudian laporan diteruskan ke Polsek Campurdarat, Unit Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis setempat,” kata Ipda Nanang Murdiyanto, Minggu (15/12/2024).
Usai menerima laporan itu, petugas Polsek Campurdarat dan petugas medis setempat kemudian segera menuju tempat kejadian untuk melakukan evakuasi dan olah TKP. Berdasarkan hasil olah TKP, diketahui jika tidak ada tanda-tanda kekerasan yang didapati petugas pada jasad korban tersebut.
Hal itu juga diperkuat dengan tidak adanya bercak darah tanda-tanda ganjil apapun di sekitar TKP yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan terhadap korban tersebut. Korban kemudian segera dievakuasi untuk dibawa ke rumah duka agar korban bisa segera dimakamkan di pemakaman umum setempat.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam bentuk apapun, baik itu kekerasan akibat benda tajam maupun akibat benda tumpul, jadi jasad korban masih bersih,” ungkapnya.
Setelah dievakuasi ke rumah duka, polisi kemudian menggali informasi dari keluarga korban terkait riwayat penyakit yang diderita. Diketahui, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban memang sudah berpamitan dengan tujuan keluar rumah untuk menjalani aktivitas sejak pagi hari.
Baca Juga :Satwa Kebonrojo Bakal Dipindah ke Eco Park Joko Pangon, Ini Kata Kepala DLH Kota Blitar
Sedangkan untuk kematian korban, pihak keluarga menyebut jika lasia tersebut memiliki riwayat penyakit asma atau sesak nafas. Namun, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan proses otopsi terhadap jasad korban tersebut.
“Pihak keluarga korban sudah membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan otopsi terhadap jasad korban dan tidak akan menuntut pihak manapun atas kematian korban,” pungkasnya.



















