Legislatif Dorong Pengungkapan Kasus Dugaan Keracunan Massal di Trenggalek

Legislatif Dorong Pengungkapan Kasus Dugaan Keracunan Massal di Trenggalek
Doding Rahmadi Ketua DPRD Trenggalek (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pihak legislatif mendorong aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga :Curi Mesin Pompa Air dan Timbangan, Residivis Asal Ponorogo Diringkus Polisi

Dalam kasus keracunan massal itu, sebanyak 98 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan. Selain itu satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Read More

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan, pengungkapan kasus dugaan keracunan massal dalam sebuah kegiatan keagamaan di wilayah Kecamatan Trenggalek itu dinilai penting. Langkah itu untuk menjawab keresahan di masyarakat.

Baca Juga :Partai Nasdem Berikan Layanan Gratis Mobil Ambulans, Masyarakat Sangat Terbantu

“Semuanya endingnya di hukum ya, kita berharap aparat dapat menyelesaikan itu dan menjelaskan kepada masyarakat setelah nanti ada penyelidikan tertentu ketemu ada unsur kesengajaan atau tidak,” kata Doding di Kantor DPRD Trenggalek, Kamis (17/10/2024).

Berkaca dari peristiwa itu, Doding meminta kepada seluruh penyelenggara kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk lebih berhati-hati sehingga kasus itu tidak sampai terulang. Utamanya berkaitan dengan konsumsi makanan.

Baca Juga :Bersama Warga Desa Pagung, Dandim 0809 Kediri Panen Jagung di Lokasi TMMD Ke-122

“Mudah-mudahan ini salah teknis saja gitu, memang kadang-kadang mengelola orang banyak, itu kan kegiatan masyarakat. Mudah-mudahan tidak ada unsur mens rea (niat kriminal) atau kesengajaan,” imbuhnya.

Ia-pun mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas peristiwa yang terjadi. Meskipun belum diketahui secara pasti apakah korban yang meninggal dunia itu terkait dengan dugaan keracunan massal tersebut.

Sebab hingga saat ini belum hasil resmi dari uji laboratorium makanan yang dikonsumsi para warga yang diduga mengalami keracunan.

Baca Juga :Kebakaran Toko Bangunan Ponorogo, Api Baru Padam Setelah 4 Jam Lebih

“Kita tunggu saja hasilnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa keluar dan disampaikan ke publik sehingga tak menimbulkan simpang siur,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 98 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap konsumsi dalam sebuah kegiatan keagamaan yang digelar masyarakat.

Sebanyak tujuh orang dilarikan ke rumah sakit dan satu diantaranya meninggal dunia. Kasus itu masih dalam penanganan Polres Trenggalek.

Baca Juga :Debat Publik Pertama Pilkada 2024, Paslon Maidi-Panuntun Akan Lanjutkan dan Sempurnakan Program yang Dinilai Kurang

“Kami masih bekerja untuk mengungkap itu,” kata Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *