Lewat Wayang Karton, Polwan Agesti Eka Kenalkan Sosok Kartini ke Anak TK di Kediri

Lewat Wayang Karton, Polwan Agesti Eka Kenalkan Sosok Kartini ke Anak TK di Kediri
Agesti Eka, Polwan Polsek Plemahan saat memainkan wayang sosok Kartini dihadapan anak-anak TK Dharma Wanita.(rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Setiap tanggal 21 April, bangsa ini memperingati Hari Kartini sebagai momen memperingati hari emansipasi bagi kaum wanita Indonesia. Keberanian dan ketekunan hingga semangat tinggi Kartini menjadi contoh bagi para wanita Indonesia hingga saat ini. Termasuk bagi polisi wanita (polwan) yakni Agesti Eka yang kini berdinas di Polsek Plemahan.

Baca Juga :Sehari 50 Ton Sampah, TPA Tegalasri Overload , DLH Mulai Susun Master Plan dan Rencanakan Perluasan

Polwan yang berpangkat Brigadir itu mempunyai cara tersendiri untuk mengenalkan sosok Kartini lewat wayang dari bahan karton kepada anak TK Dharma Wanita Desa Payaman Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.

Read More

Di hadapan anak-anak TK, Eka Agesti berpakaian seragam dinas polisi sambil duduk lesehan bersama anak-anak TK tampak memainkan wayang berbentuk Kartini sambil menceritakan tentang perjuangan semasa hidupnya untuk para perempuan.

“Adik-adik wayang ini adalah Kartini, salah satu pahlawan di Indonesia,” ujar Polwan disapa akrab Eka sambil mendalang Wayang Kartini.

Tak hanya itu, ia juga mendampingi dan membantu mereka untuk melukis di sebuah kertas yang bergambar Kartini. Eka menceritakan kepada anak-anak TK Dharma Wanita, setiap tanggal 21 April seluruh masyarakat Indonesia memperingati sosok pahlawan perempuan yakni Raden Ajeng Kartini.

Baca Juga :Santri Korban Pencabulan Bapak Kamar Jalani Pendampingan Psikologis

Menurutnya, jiwa dan perjuangan Kartini juga terdapat pada dirinya sebagai seorang perempuan sekaligus ibu rumah tangga.

“Tadi saya ceritakan beliau (Kartini) adalah pahlawan yang memperjuangkan hak kami sebagai perempuan sampai wafat di usia 25 tahun,” ucapnya.

Ibu dua anak itu memiliki alasan untuk mengenalkan sosok Kartini untuk dikenang sebagai pejuang. Ia juga mengagumi apa yang sudah dilakukan Kartini demi bangsa Indonesia. Tanpa adanya perjuangan Kartini, maka tidak memiliki hak yang sama dengan laki-laki.

Selain itu, kemungkinan perempuan tidak akan memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan kesempatan seperti yang dimiliki saat ini.

“Bagi saya sosok beliau ini (Kartini) sebagai motivasi buat kaum perempuan untuk lebih maju berkarier mengejar pendidikan setinggi-tingginya dan cita-cita,” katanya.

Peran Kartini pun dapat dilakukan sehari-hari oleh Eka sebagai perempuan sekaligus ibu rumah tangga seperti mendidik anak. Selain itu, juga bisa dilakukan ketika menjalankan tugasnya seperti patroli sambang untuk selalu melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat.

Baginya, menjadi wanita wanita karir itu bisa menjadi Ibu yang baik untuk keluarga. Namun, tergantung bagaimana wanita itu mau untuk bisa membagi waktu antara profesionalitas pekerjaan dan keluarga.

“Beliau (Kartini) sebagai sosok yang mandiri dan sigap terhadap segala macam suasana,” ungkap polwan 29 tahun ini.

Terakhir, Brigadir Eka berharap kepada kaum wanita agar tidak pernah berhenti bermimpi dan berhenti menempuh pendidikan setinggi-tingginya untuk ke depannya. Wanita asal Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri itu menginginkan agar perempuan-perempuan harus bisa mencontoh perjuangan Kartini.

“Apalagi buat adik-adik sebagai generasi kita, saya harap bisa menjadi generasi emas dan membanggakan kedua orang tua,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *