Blitar, SEJAHTERA.CO – Sistem penerimaan murid baru atau SPMB tingkat SMP negeri di Kota Blitar sudah berakhir pada 16 Juni 2025, dilanjut daftar ulang 17-21 Juni 2025, 2025 lalu.
Meski begitu, ada lima Lembaga atau SMP negeri di Kota Blitar yang kuota pagunya belum terpenuhi.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar atau dikdas, Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri.
Dia mengatakan berdasarkan laporan, dari total sembilan SMP negeri di bawah naungan dinas pendidikan, ada lima lembaga yang kuotanya belum terpenuhi.
Lima Lembaga itu tersebar di tiga kecamatan di Kota Blitar. “Belum terpenuhi, tetapi hanya beberapa saja. Ada beberapa penyebab hingga akhirnya tak terpenuhi,” katanya, Kamis (10/7/2025).
Baca Juga :Persik Kediri Datangkan Bek Berpengalaman dari Barito Putera, ini Sosoknya
Dia mencontohkan dua yang pagunya kekurangan lebih dari
10 siswa adalah SMPN 5 dan SMPN 7 Blitar.
Sementara tiga sekolah lain hanya kekurangan beberapa siswa antara 1 hingga 2 siswa saja. Itupun karena tidak melakukan daftar ulang.
Nah, penyebab belum terpenuhi pagu itu, di antaranya penyebaran siswa yang belum merata.
Contohnya di SMPN 5 Blitar yang terletak di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo. Lokasinya memang berada di wilayah paling barat di Kota Blitar.
Para siswanya memilih sekolah yang lebih dekat rumah. Seperti di SMPN 1, SMPN 3 hingga SMPN 4 Blitar.
Baca Juga :
Sementara di SMPN 7 Blitar, siswa yang dekat domisilinya lebih memilih di SMPN 4 Blitar yang juga dekat dengan jantung kota.
Baik SMPN 7 Blitar ataupun SMP 7 Blitar sama-sama berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan.
Di Kota Blitar sendiri, rata-rata SMP negeri kuota atau pagu dalam 1 sekolah sekitar 288 siswa.
“Ini sudah biasa terjadi. Jadi ada sekolah yang tak penuhi pagunya. Tetapi yang jelas, pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar tanpa kendala,” katanya.



















