Lupakan Gadget, Anak-anak Desa Miagan Pilih Main Tradisional saat Liburan Sekolah

Lupakan Gadget, Anak-anak Desa Miagan Pilih Main Tradisional saat Liburan Sekolah
Anak-anak Desa Miagan, Mojoagung, Jombang, antusias bermain permainan tradisional seperti gobak sodor dan lompat tali saat libur sekolah. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Momentum liburan sekolah dimanfaatkan puluhan anak-anak Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, untuk bermain permainan tradisional bersama di lapangan desa.

Kegiatan bermain permainan tradisional bersama ini sekaligus menjadi upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Suasana penuh tawa dan keceriaan terlihat saat anak-anak bermain gobak sodor, lompat tali, betengan, dakon, hingga membaca di pojok literasi yang disiapkan.

Read More

Beberapa anak juga mencoba kelas eksperimen sederhana yang tersedia di lokasi.

“Ini tadi main gobak sodor, lompat tali, sama baca buku. Seru banget, lebih asyik dari main HP,” ujar Atika Fairus Aliza, salah satu peserta yang tampak antusias, Minggu (30/6/2025).

Baca Juga :Berkunjung ke Istana Gebang Blitar Rumah Kecil Bung Karno, Ada Kasur Kuno dan Mobil Klasik

Sementara itu Chusnul Khotimah, panitia kegiatan bertajuk Dolanan Anak Desa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak agar bisa berkumpul, bermain, dan belajar bersama.

“Anak-anak di Miagan terbagi di dua dusun. Lewat kegiatan ini mereka bisa kumpul bareng, tidak hanya main ponsel di rumah. Kita ajak bermain langsung supaya tumbuh keceriaan dan interaksi yang sehat,” ujarnya.

Menurutnya, awalnya panitia hanya menargetkan kehadiran sekitar 30–40 anak, namun yang datang justru mencapai 80 anak. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme warga dan anak-anak terhadap kegiatan edukatif seperti ini.

Baca Juga :Jenang Suro, Tradisi Masyarakat Songgoriti Kota Batu Melestarikan Budaya Turun Temurun

Warga berharap kegiatan permainan tradisional seperti ini bisa digelar rutin, tak hanya saat liburan sekolah, tetapi juga secara berkala agar anak-anak lebih dekat dengan budaya lokal dan lingkungan sosialnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *