Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Keluarga delapan korban KM Mandala menggelar doa bersama. Mereka berharap agar 8 Anak Buah Kapal (ABK) KM Mandala yang saat ini belum diketahui keberadaannya pascamengalami musibah di Pantai Gayasan Kabupaten Blitar segera ditemukan dengan selamat.
Doa bersama itu digelar di kediaman Ali Rahmat warga RT 012/RW 002 Dusun Ketawang Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo. Doa bersama para keluarga 8 ABK KM Mandala di salah satu rumah korban kecelakaan laut itu dihadiri Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau akrab disapa Mas Ipin.
“Kami berdoa bersama agar para nelayan yang belum diketemukan itu segera diketemukan dengan selamat,” kata Mas Ipin, Selasa (19/9) sore.
Selain di rumah korban, sebelumnya masyarakat nelayan yang beroperasi di wilayah Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi juga menggelar istighosah dan doa bersama. Mereka berharap delapan nelayan yang beroperasi di Teluk Prigi itu segera ditemukan.
Sebab hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan para ABK pasca dilaporkan tenggelam.
Meskipun, lanjut Mas Ipin, tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian hingga maksimal.
Bahkan pencarian diperluas hingga wilayah perairan Kabupaten Tulungagung selama sembilan hari. Meskipun telah dilakukan perpanjangan waktu pencarian dari batas standar operasional, namun belum membuahkan hasil.
“Setelah semua daya dan upaya secara fisik dilakukan untuk melakukan pencarian korban, tapi manusia punya batas kemampuan. Kita bisa berencana tapi terkadang rencana Allah itu lebih baik,” imbuhnya.
Berkaca dari insiden itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Timur berharap para nelayan bisa mengambil hikmahnya.
Ke depannya diharapkan agar meningkatkan standar keamanan melaut, seperti misalnya mengenakan pelampung saat melaut. Keamanan itu bukan hanya untuk nelayan, namun juga keberlangsungan hidup keluarganya.
“Untuk itu tolong yang pertama bekali diri kita dengan keamanan yang cukup sebelum melaut, pakailah pelampung. Kepada kepala dinas perikanan tolong tambah kemanan bagi nelayan. Sedangkan kepada pemilik kapal yang mampu tolong berikan keamanan secara mandiri, toh yang kita lindungi ini juga keluarga kita,” pungkasnya.
Sebelumnya kapal jenis purse seine bernama lambung KM Mandala mengalami kecelakaan laut di Perairan Gayasan Blitar pada 7 September lalu. ABK yang mengangkut 23 ABK itu mengalami kecelakaan saat hendak pulang. Sebanyak 15 ABK berhasil menyelamatkan diri, namun delapan diantaranya hingga saat ini belum diketemukan. (ase)



















