Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Ponorogo mulai melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG) untuk para siswa ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Total ada 3.000 penerima sasaran yang di-cover dari dapur Kodim 0802 Ponorogo.
Baca Juga :PAD Sektor Wisata Kabupaten Kediri Capai Rp3,7 Miliar di Tahun 2024
Penerapan program MBG tersebut juga dipantau langsung oleh Forkopimda Kabupaten Ponorogo di antaranya di SDN 01 Surodikraman dan SMPN 2 Ponorogo. Setiap siswa mendapat menu makanan bergizi dan sehat yang terdiri dari karbohidrat, sayur, protein hewani nabati, buah serta susu kemasan.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menilai, menu yang disajikan kepada para siswa sudah sesuai dan layak. Selain itu juga telah memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurna.
Baca Juga :Gol Tunggal Afrizal Bawa PSID Jombang Raih Kemenangan Perdana di Liga 4 PSSI Jatim
“Ini sudah mencerminkan empat sehat lima sempurna. Rasanya enak, gizinya tercukupi, anak-anak senang,” ungkap Sugiri, Senin (6/1/2025).
Sugiri mengungkapkan, program presiden Prabowo Subianto tersebut dilakukan secara berkelanjutan (kontinyu), kepada sasaran penerima lainnya. Selain itu juga akan diberikan secara bertahap sembari menunggu kesiapan pendirian dapur sehat yang terdekat dengan sasaran.
“Sasarannya siswa itu ada yang domainnya Kemenag, Pemkab, ada siswa yang domainnya pesantren, semua bakal dapat,” tambahnya.
Baca Juga :PMK meluas, Dewan Dorong Pemkab Ponorogo untuk Tutup Pasar Hewan Jetis
Sementara itu, ketua SPPG Sheila Amanda menambahkan, program MBG yang diluncurkan kali ini merupakan salah satu program pemerintah Indonesia dalam rangka memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat serta untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
“Ini diharapkan bisa mengatasi stunting dan juga meningkatkan pemenuhan gizi 1000 hari pertama bagi anak anak, baik itu anak dalam kandungan yang dimulai dari ibu hamil, melahirkan serta menyusui. Sehingga diharapkan kedepannya anak anak ini menjadi masa depan bangsa Indonesia menjadi Negara yang lebih maju,” imbuhnya.
Baca Juga :Telaga Ngebel Ponorogo Jadi Tulang Punggung PAD Terbesar Sektor Pariwisata
Pada tahap pertama program MBG ini, sasaran penerima berada di dekat lokasi dapur sehat. Meliputi 9 TK, 6 Sekolah Dasar (SD) dan 1 SMP, adapun menu makanan yang diberikan setiap harinya bervariasi.



















